31 Senin, 03 Maret 2014 | 15:05:48

Potret Pencakar Langit India yang Dibangun di Pemukiman Kumuh

Potret Pencakar Langit India yang Dibangun di Pemukiman Kumuh

Ditengah maraknya negara-negara di dunia membangun gedung pencakar langit, India pun tak ingin ketinggalan. Tak tanggung-tanggung, terhitung ada lebih dari 2.500 gedung pencakar langit yang berada di negara ini. Adalah di kota Mumbai, India, sebuah gedung pencakar langit yang berbentuk apartemen yang dibangun di tengah padatnya penduduk kota India.

Gedung pencakar langit yang bernama The Life ini di bangun di tengah-tengah lingkungan kumuh di Mumbai. Pemandangan yang terlihat kontras antara kehidupan kaum jet set dengan masyarakat miskin disekitarnya.

Mumbai saat ini telah menjelma menjadi rumah bagi gedung pencakar langit di India. Setidaknya kota Mumbai memiliki lebih dari 15 gedung pencakar langit yang konstruksinya tidak beraturan. Kebanyakan gedung pencakar langit di India dibangun digunakan sebagai perumahan atau hunian. Bahkan orang terkaya di Mumbai tinggal di gedung pencakar langit. Salah satu gedung pencakar langit yang terkenal di Mumbai bernama Antilia yang terdiri atas 27 lantai.

Kepadatan populasi diperkirakan sekitar 20.482 meter persegi,ruang hidup 4,5 meter persegi per orang. Jumlah masyarakat penghuni perkampungan kumuh di India mencapai sembilan juta orang, dan hampir 62 persennya tinggal di permukiman kumuh dan terpencil.

Kebanyakan gedung pencakar langit di India dibangun oleh perusahaan-perusahaan internasional, terutama dari Denmark. Akibatnya arsitektur India jadi banyak dipengaruhi oleh gaya Eropa.

Ledakan jumlah pencakar langit ini menimbulkan sejumlah permasalahan baru. Seperti kurangnya jalur pedestrian untuk pejalan kaki. Selain itu gedung pencakar langit juga merusak lingkungan dengan tingginya jumlah pemakaian pendingin udara yang pada akhirnya meningkatkan konsumsi listrik. (wdi)

Sumber                : Okezone
Sumber  Gambar : Dezeen

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita