129 Senin, 24 Februari 2014 | 11:18:16

Sentuhan Turki di Pecinan AS

Sentuhan Turki di Pecinan AS

Koray Duman, seorang arsitek kelahiran Turki membeli apartemen di daerah Pecinan Lower East Side, New York, Amerika Serikat bertahun-tahun lalu. Saat itu, Duman sendiri tidak menyangka bahwa dia mampu mengubah apartemen yang sudah tampak usang dan ketinggalan zaman tersebut kembali tampil menarik. Namun, inilah buktinya. Apartemen seluas 71, m2 miliknya bahkan memenangkan "2012 Best of Year Awards" untuk kategori apartemen berukuran kecil.

Duman benar-benar mengubah tampilan di dalam apartemen tersebut. Duman mengatakan, dia tidak meninggalkan tampilan apartemen yang lama sama sekali. Dia mengubah lantai, mengekspos batu bata di dinding, meninggikan plafon, dan membebaskan ruang keluarga berukuran 41,8 m2 dari sekat-sekat.

"Ruang keluarga dan koridor pintu masuk memiliki bentuk yang sangat tidak wajar. (Apartemen) ini adalah unit pojok, dengan semua jendela ini, saya ingin menemukan cara membuatnya lebih terdefinisi," ujarnya.

Duman, yang juga mengepalai Biro Arsitektur Koray Duman, mengubah pengaturan cetak biru kamar-kamar di dalam apartemen ini. Dia membongkar kamar dan memasang dinding multifungsi. Dinding tersebut bermula di kamar tidur, menjadi tempat penyimpanan, menyambung ke kamar mandi, kemudian membelok ke ruang berdandan, serta berakhir di area dapur.

Peruntuhan dinding dan sekat membuat apartemen ini, khususnya ruang keluarga di tengah-tengahnya, terasa lebih terbuka. Duman bisa menempatkan sofa besar dan rak berisi buku untuk menyediakan perpustakaan mini. Di ruangan tersebut, Duman pun bisa menempatkan meja kopi dari kayu ek. Sebagian besar furnitur ini merupakan hasil kolaborasi antara Duman dan teman-temannya dari Carol Egan Interiors.

Editor                : Hilda B Alexander
Sumber             : Kompas
Sumber Gambar : Nypost

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita