93 Kamis, 20 Februari 2014 | 13:03:50

Kebijakan LTV Jatuhkan Harga Perumahan di Singapura

Kebijakan LTV Jatuhkan Harga Perumahan di Singapura

Sejak Mei 2013 pemerintah melakukan pengetatan LTV terhadap sektor perumahan di Singapura. Imbasnya harga perumahan di Singapura anjlok hingga 10 persen. Tercatat, pada kuartal IV-2013, harga perumahan di Singapura turun hingga 0,9 persen. Ini merupakan pertama kalinya dalam kurun waktu dua tahun terakhir, sejak pemerintah memberlakukan kebijakan pembatasan properti untuk mengantisipasi terjadinya bubble. Karena, jika harga perumahan di Singapura dibiarkan terus naik, maka Singapura akan menjadi negara dengan rumah mewah termahal kedua di Asia.

Selain mengeluarkan kebijakan LTV, bank sentral Singapura juga membatasi pembayaran pinjaman sebesar 60 persen dari gaji.

Menurut laporan dari konsultan properti Knight Frank, Singapura merupakan negara dengan rumah mewah termahal keenam di dunia. Berdasarkan data dari pemerintah setempat, penjualan rumah di Singapura mulai melambat pada Januari 2009, hingga mencapai titik terendahnya pada 2013.

"Tujuan pemerintah melakukan pengetatan ini adalah untuk mengembalikan pasar perumahan yang berkelanjutan dan stabil. Namun saya berharap ini tidak berlangsung lama," kata president and CEO at CapitaLand Ltd, Lim Ming Yan , Kamis (20/2/2014).

Capitaland sendiri juga mengakui ada penurunan laba hingga 45 persen dari penjualan rumah di Singapura. Tercatat selama tiga bulan terakhir Capitaland menjual 109 unit perumahan , jauh dari target awal yaitu 352 rumah. CapitaLand bukan satu-satunya perusahaan properti Singapura yang mengharapkan kelonggaran kebijakan atas perumahan di Singapura.

Miliarder Kwek Leng BEng, Kepala Pembangunan Kota (CIT), yang merupakan pengembang terbesar kedua di negara itu meminta pemerintah untuk mengkaji ulang terkait kebijakan ini. (wdi)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita