59 Senin, 17 Februari 2014 | 10:08:10

Memugar 'Puck Building', Melirik Kaum Muda Berduit di New York

Memugar 'Puck Building', Melirik Kaum Muda Berduit di New York

Pengembang Jared Kushner memutuskan untuk memugar Puck Building, bangunan bersejarah yang ada di New York, Amerika Serikat. Bersama sang isteri, Ivanka Trump, keduanya membuat penampilan bangunan tersebut lebih menarik seusai renovasi.

"Tujuan kami adalah untuk memoderasi sebuah 'perbincangan' antara struktur industrial dengan tingkat tertinggi kemewahan. Kami mencoba tidak berkompromi dan mendesain secara khusus pada setiap detil. Standar saya untuk keseluruhannya adalah apa yang ingin saya lakukan jika ini merupakan rumah saya," ujar Kushner.

Kushner memugar griya tawang yang ada di Puck Building ini sebagai investasi. Dia membayangkan pecinta karya seni, kolektor, dan orang-orang kaya berjiwa muda akan membeli hunian tersebut. Alasannya sederhana, menurut Kushner, semua yang tinggal di SoHo ingin dekat dengan energi, budaya, dan hari-hari eksentrik New York.

Lantas, saran desain seperti apa yang ditawarkan oleh pasangan ini?
Ternyata, keduanya cukup memperhatikan secara detil mengenai pemilihan material dan tampilan setiap ruang dalam griya tawang tersebut. Baik Kushner maupun Trump, keduanya setuju dengan penggunakan material high-end, namun mereka pun tetap ingin membuatnya tampil alami.

"Kami tidak ingin apartemen terasa dipaksakan atau berlebihan. Tantangan bagi tim desain adalah untuk menyatukan material yang tidak terduga dalam cara elegan," ujar Kushner.

Sementara itu, Kushner dan Trump masih bermain dengan stereotipe. Menurutnya, besi sering diasosiasikan dengan desain industrial, dan karena balok besi ekspos serta batu bata dari akhir tahun 1800-an masih berada di tempatnya.

"Kami pikir nikel akan menjadi pelengkap moderen menarik. Pintu-pintunya berat dan terasa mewah, namun di saat yang sama pintu tersebut mampu bekerja dengan baik pada konteks ruang. Saya rasa, pintu kayu dapat tampil baik-baik saja, namun kami mencari tampilan menarik," imbuh Kushner.

Bagi orang awam, tampilan griya tawang yang diperbaiki oleh Kushner sekedar tampak nyaman dan mewah. Ternyata, seperti dikutip dalam Elle Decor, para ahli mampu menemukan beberapa fakta istimewa lain.

Pertama, salah satu tantangan menggunakan kembali bangunan tua adalah menyesuaikannya dengan kebutuhan masa kini. Kabel, serat optik, dan berbagai saluran lainnya mampu merusak tampilan interior. Enggan membuat interior tampak kurang pas, Kushner merancang saluran besi yang ditanam dalam sambungan. Saluran ini berhasil menyembunyikan kabel-kabel.

Tidak hanya itu. Kushner dan Trump yang ingin memasukkan banyak karya seni tentu membutuhkan dinding kokoh. Karena itu, keduanya sepakat memberikan lapisan tambahan pada permukaan dinding.

Lapisan ini menambah biaya konstruksi, namun di saat yang sama juga bisa memberikan nilai tambah bagi griya tawang tersebut. Selain itu, langkah ini juga lebih ekonomis daripada me-retrofit dinding setelah dinding selesai dibangun.

Terakhir, Kushner dan Trump benar-benar mencari bahan mewah terbaik. Tidak sekedar mengeluarkan uang, mereka juga tahu apa yang mereka beli. Contohnya, di area foyer,  mereka menggunakan marmer Quebec Noir  untuk lantai dan kusen.

Editor                : Latief
Sumber             : Kompas
Sumber Gambar : Elledecor

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita