74 Selasa, 11 Februari 2014 | 10:43:59

Calon Wali Kota Bakal Menyulap Stasiun Arsenal Jadi Kelab Malam

Calon Wali Kota Bakal Menyulap Stasiun Arsenal Jadi Kelab Malam

Nathalie Kosciusko-Morizet, politisi Perancis yang kini tengah melakukan kampanye untuk maju sebagai Wali Kota Paris melontarkan ide-ide unik memperbarui stasiun kereta bawah tanah (Métro) Arsenal, di kotanya. Setidaknya ada 11 pemberhentian Métro di Prancis yang sejak Perang Dunia II tidak lagi digunakan akibat kurangnya penumpang, sebagian tidak pernah dibuka untuk umum. Kosciusko-Morizet mengambil peluang ini dan mengusulkan untuk mengubah stasiun-stasiun tersebut sebagai kolam renang, restoran, galeri seni, teater, bahkan kelab malam.
 
Ide-ide unik Kosciusko-Morizet tersebut didukung oleh arsitek Manal Rachdi dan Nicolas Laisné. Hingga saat ini, ide-ide unik tersebut memang masih tergolong mentah. Jika Kosciusko-Morizet terpilih pada Pemilu Maret mendatang, ide ini akan dikembangkan kembali.

Beberapa rencana kasar yang sudah dipublikasikan adalah rencana pengubahan stasiun sebagai kolam renang, teater, restoran, galeri seni, dan kelab malam. Ide-ide ini mendapat sambutan baik dari publik, khususnya lewat publikasi internet. Salah satu alasannya, karakter fisik stasiun Métro mampu menyediakan akustik istimewa sebagai teater.

Kondisi stasiun Métro yang dijadikan dasar rendering ide-ide Kosciusko-Morizet kini tampak mengenaskan. Stasiun Arsenal yang dibangun pada 1906 di 4th Arrondissement, Paris tersebut tutup pada 1936. Hingga hari ini, stasiun Arsenal digunakan oleh RATP, operator transportasi Paris, sebagai tempat pembuangan barang dan alat-alat percobaan.

Disebutkan ada delapan stasiun tidak terpakai di Paris yang kemungkinan cocok untuk diperbarui. Stasiun tersebut antara lain Champ de Mars, Arsenal, Porte Molitor, Haxo, Croix Rouge, Porte des Lilas, Saint Martin, dan Martin Nadaud.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita