65 Kamis, 23 Januari 2014 | 13:04:09

Belum Rampung, Stadion Baixada Terancam Batal Jadi 'Venue' Piala Dunia

Belum Rampung, Stadion Baixada Terancam Batal Jadi 'Venue' Piala Dunia

Hajatan Piala Dunia Brasil 2014 tinggal lima bulan lagi. Celakanya, salah satu venue utamanya, yakni Arena da Baixada, belum selesai dibangun. Meski progres konstruksi sudah mencapai 90 persen—ada kemajuan sejak kunjungan para pejabat FIFA pada November tahun lalu, yang saat itu masih 88 persen—hal tersebut tak membuat FIFA melonggarkan pengawasannya. Bahkan, FIFA mengancam akan menarik promosi, untuk tidak disebut propaganda, di seluruh stadion ini.

Pada kunjungan yang dijadwalkan kembali pekan ini, Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke memperingatkan bahwa stadion yang berada di kota Curitibia (ibu kota negara bagian Parana Selatan) ini akan dikeluarkan dari acara pameran.

"Pelatih akan pergi ke kota tempat mereka akan bermain, dan itu sangat penting untuk mengetahui apa yang akan terjadi. Panitia, FIFA, dan (pemerintah) kota Curitiba harus memutuskan apakah kota ini siap untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia atau tidak," ujar Valcke.

Valcke telah memberi kelonggaran tenggat waktu baru hingga 18 Februari dan berharap pembangunan Stadion Arena da Baixada ini tuntas sebelum perhelatan. Namun, saat berkeliling ke sejumlah stadion, ia terpaksa mengubah jadwal kunjungan ke kota Manaus, setelah muncul kabar tentang masalah di Arena da Baixada.

Arena da Baixada merupakan basis klub Atletico Paranaense. Stadion ini diperluas untuk penyelenggaraan Piala Dunia dengan penambahan tempat duduk baru di samping lapangan dengan kapasitas 40.000 orang.

Lambatnya pengerjaan stadion ini lantaran The Curitiba Stadium, perusahaan patungan antara tim sepak bola Atletico Paranaense dan pemerintah kota, mengalami kesulitan keuangan yang rumit serta bingung menerapkan desain anyar stadion.

Penundaan pembangunan menyebabkan ongkos konstruksi membengkak 44 persen menjadi 112 juta dollar AS (atau setara Rp 1,05 triliun).

"Kita tidak bisa mengatur pertandingan tanpa stadion. Ini sudah mencapai titik kritis," ujar Valcke.

Padahal, empat pertandingan dijadwalkan akan dimainkan di stadion ini, dimulai dengan pertarungan antara Iran dan Nigeria pada 16 Juni.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita