114 Rabu, 22 Januari 2014 | 11:04:51

Daripada Terbengkalai, Peternakan Tua Disulap Jadi Kantor Desain!

Daripada Terbengkalai, Peternakan Tua Disulap Jadi Kantor Desain!

Pengalihan fungsi bangunan tua sebagai studio atau kantor tidak hanya mampu memberikan ruang kerja berdesain menarik. Cara ini juga mampu mengurangi jumlah bangunan-bangunan kosong yang selama ini terbengkalai. Inilah yang dilakukan oleh Maarten Baas. Bangunan tua itu terletak beberapa kilometer dari Eindhoven, Belanda.

"Tempat ini dulunya merupakan sebuah peternakan. Ayam-ayam dan babi-babi dulu berlalu-lalang di sekitar sini," ujar Baas, seperti dikutip dalam video yang dipublikasikan Dezeen

"Kini kami mengubahnya menjadi studio desain," tambahnya.

Semua itu berawal dari 2009. Baas dan desainer lain, Bas den Herder, mengubah sebuah peternakan menjadi bengkel kerja sebagai tempat berkreasi. Mereka pun membuat berbagai kursi unik, termasuk seri Clay yang membungkus rangka besi dengan tanah liat.

Dilihat dari luar, tempat kerja Baas ini tampak hangat dengan genteng berwarna merah tanah liat dan dinding berwarna merah bata. Di dalam ruangan, nuansanya lebih terkesan "mentah" dengan lantai beton dan dinding abu-abu. Namun, banyaknya cahaya di dalam studio tersebut membuatnya menjadi tempat ideal untuk bekerja.

Salah satu ruangan dalam bangunan yang pernah digunakan sebagai peternakan tersebut merupakan kantor Baas. Di dalamnya, Baas menyimpan sekaligus menggunakan kursi istimewa yang kini sudah direproduksi dalam jumlah cukup besar oleh Moooi.

"Ini adalah prototipe yang mendasari Smoke Chaire Moooi," ujar Baas mengenai kursi unik tersebut.

"Sebenarnya, ini adalah durnitur terbakan dengan resin yang tersedot dalam bara. Ini sudah banyak direproduksi oleh Moooi dan kami masih membuat barang-barang unik dalam peternakan," imbuhnya

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita