9 Kamis, 16 Januari 2014 | 10:04:51

Lagi, Bangunan Ikonik di AS Terancam Dibongkar

Lagi, Bangunan Ikonik di AS Terancam Dibongkar

Tahun lalu komunitas arsitektur di Amerika Serikat mendapat kejutan pahit dari rencana penghancuran gedung American Folk Art Museum yang menempel dengan Museum of Modern Art (MoMA) di New York. Kini, berita serupa kembali datang dari Portland, Oregon, Amerika Serikat.

Portland Public Service Building atau yang lebih dikenal dengan Portland Building terancam dirobohkan. Pasalnya, bangunan yang sudah berusia 32 tahun tersebut dikabarkan membutuhkan 95 juta dollar AS (Rp 1,1 triliun) untuk perbaikannya saja.

Bangunan 15 tingkat tersebut didirikan pada 1982 dan telah didapuk sebagai salah satu bangunan bergaya postmodern penting pertama. Sayangnya, bangunan tersebut hanya akan diingat di atas kertas. Pemerintah setempat mempertimbangkan beberapa solusi untuk menanganinya dan para analis memasukkan pembongkaran dalam salah satu solusi.

Sejak rampung, bangunan tersebut memiliki berbagai masalah struktural dan kecacatan serius. Hal ini kemungkinan terjadi karena terbatasnya anggaran pada awal pembangunan. Memperbaiki gedung ini membutuhkan waktu dua tahun dan gedung pengganti bagi 1300 karyawan yang kini bekerja di sana. Pemerintah kota tengah mempertimbangkan meruntuhkannya bersama gedung pengadilan tidak jauh darinya untuk memberikan ruang bagi gedung layanan publik lain.

Anggota komisi Dan Saltzman menyatakan, "Reaksi saya pertama kali adalah kita harus, pada dasarnya, merobohkannya dan membangun sesuatu yang baru. Bangunan tersebut bagai mimpi buruk bagi orang yang bekerja di sana."
 
Menurut taksiran para analis, perbaikan bangunan ini akan membutuhkan sekitar 95 juta dollar AS (Rp1,1 triliun), sementara memindahkannya akan menghabiskan dana lebih besar, yaitu antara 110 juta dollar AS (Rp 1,3 triliun) sampai 400 juta dollar AS (Rp 4,7 triliun).

Sementara itu, suara berbeda datang dari arsitek Michael Graves. "Tentu saja keinginan saya untuk memperbaiki struktur eksisting," ujarnya.

Ahli sejarah arsitektur Charles Jencks, mengungkapkan hal senada di bukunya. "Portland tetap menjadi monumen besar pertama Postmodernisme, seperti Bauhaus bagi Modernisme, karena dengan segala kesalahannya, (gedung) itu masih merupakan yang pertama menunjukkan bahwa seseorang mampu membangun dengan seni, ornamen, dan simbolisme dalam skala besar, dan dalam bahasa yang dimengerti penghuninya."

Editor    : Hilda B Alexander
Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita