85 Rabu, 15 Januari 2014 | 12:09:02

Pasar Properti Italia Tetap Bergeliat di Tengah Kontroversi Pajak

Pasar Properti Italia Tetap Bergeliat di Tengah Kontroversi Pajak

Pemerintah Italia berencana untuk mempertahankan pajak properti, kendati banyak pihak yang menolaknya. Hal ini dinilai sebagai sebuah langkah yang dapat menghambat pemulihan pasar properti perumahan. Pelaku pasar memperkirakan penjualan rumah akan meningkat pada tahun ini untuk pertama kalinya sejak tahun 2007. Besaran pertumbuhannya diproyeksi mencapai 10 persen dari level terendahnya dalam 30 tahun terakhir, yakni pada tahun 2013.

Namun, harga rumah diperkirakan akan mengalami penurunan 3-4 persen pada tahun ini. Di mana sebelumnya harga properti di negara ini melemah sampai 15 persen di bawah kenaikan tertinggi yang diraih pada tahun 2006.

"Pasar real estat di Italia masih membaik, dan sistem pajak baru ini akan mengurangi profitabilitas dalam kegiatan membeli rumah untuk disewakan, " kata presiden real estate think tank Scenari Immobiliari, Mario Breglia, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (15/1/2014).

Sebelumnya, partai politik berjanji untuk menghapus pajak properti. Tapi pajak properti ini harus terus dikenakan untuk untuk mendanai belanja pemerintah daerah.

Pendapatan dari pajak properti yang dikenal sebagai IMU ini diproyeksi akan mencapai 24 miliar euro pada tahun ini, di mana sebesar 4 miliar euro datang dari rumah premier.

Sementara itu, aturan pajak terbaru yang dikenal dengan TASI, akan disahkan dalam dua pekan mendatang. Pendapatan dari pajak ini disebut tidak akan lebih besar dari yang didapat pada tahun 2012. (wdi)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Terkini

Selengkapnya

Referensi

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita