159 Jum'at, 10 Januari 2014 | 13:53:04

Ssst... Dilarang Bersuara Saat Makan di Restoran Ini!

Ssst... Dilarang Bersuara Saat Makan di Restoran Ini!

Silent Dinner Parties menjadi tren internasional yang semakin terkenal, seperti dalam acara di Zico House, Sanayeh, Beirut. Tidak ada musik, percakapan, kegiatan menulis menu dan tentunya teknologi saat para pengunjung hanya menikmati setiap sendok sajian yang sedang mereka santap. Di Condesa, Mexico City, suasana makan secara hening berlangsung selama tiga setengah jam dalam disusul dengan hitung mundur menuju saat-saat diperbolehkannya percakapan hangat setelah tengah malam. Di Australia, makan di luar ruangan merupakan hal yang biasa namun Silent Dinner Party di Adelaide memperkenalkan dimensi yang berbeda saat para pengunjung berkonsentrasi pada makanan bukan temannya.

Adalah restoran Eat yang berada di Brooklyn, New York dimana para pengunjung diwajibkan untuk menikmati makanan mereka dalam suasana yang sangat hening dan tak boleh bicara sedikit pun – sebuah konsep yang terinspirasi dari biara Buddha di India. Hanya makanan organik setempat yang disajikan di Eat. Santapan untuk suasana yang hening dirancang bagi pengunjung untuk lebih meresapi cita rasa santapan yang mereka makan, tanpa terganggu kebisingan dan perbincangan.

Eat memiliki suasana dapur seperti di peternakan, meskipun berada di pusat kota Brooklyn. Terkenal karena suasana makannya yang hening, para pengunjung memesan makanan mereka sebelum masuk, agar tidak merusak suasana yang sunyi. Chef Nicholas Nauman terinspirasi untuk memulai suasana makan yang sunyi setelah mengalami suasana sarapan yang hening di sebuah biara Buddha.

Salad hijau yang sehat populer sebagai makanan reguler di Eat. Filosofi pemiliknya yaitu bahwa makanan organik lebih baik untuk masyarakat, lingkungan dan tubuh. Meja yang terbuat dari kayu cemara, bangku sederhana dan kerajinan tembikar semuanya menambah suasana kafe pedesaan yang menawarkan suasana makan secara sunyi pada Minggu.

Seluruh bahan-bahan organik yang sehat terkandung di dalam roti Barva yang lezat, yang menjadi pendamping sup khas restoran yang tersaji dalam mangkuk keramik yang dibuat pengrajin setempat. Mungkin ada musik saat siang hari, namun jamuan makan malam akan digelar dalam suasana hening yang mengingatkan kita pada ruang makan biara. Eat juga memasukkan karya seni kerajinan tangan yang terwujud dalam perabotan tradisional, kerajinan logam dan keramik serta menu organik yang sehat.

Kerajinan tembikar dan perabotan kayu cemara yang alami di restoran Eat yang terletak di Greenpoint, Brooklyn utara melengkapi kesederhanaan restoran “sunyi” ini. Gagasannya yaitu agar para pengunjung menikmati makanan organik, bukan obrolan yang biasa dilakukan sambil makan. Eat seluruhya mengenai cara hidup sederhana, perubahan menyegarkan dari suasana hiruk-pikuk New York City. Restoran itu juga disebut sebagai salah satu kafe makanan setempat yang paling mudah diakses di kota tersebut.(ac/ik)

Sumber : Yahoo News

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita