71 Selasa, 07 Januari 2014 | 09:58:00

Kebakaran di Apartemen Tahan Api, Orang Bisa Tewas karena Lari...

Kebakaran di Apartemen Tahan Api, Orang Bisa Tewas karena Lari...

Bencana yang menimpa kondominium mewah di tengah kota Manhattan, New York, Amerika Serikat, hingga Senin (6/1/2014), dipastikan memakan korban jiwa. Satu orang sudah dipastikan meninggal, sementara seorang lainnya dilaporkan terluka parah dalam kebakaran tersebut.

Berdasarkan pernyataan tenaga pemadam, sebenarnya jatuhnya korban bisa dihindari seandainya penghuni hunian vertikal mengetahui cara penyelamatan diri yang tepat dan tidak panik. Hal ini penting lantaran pembangunan hunian vertikal semakin lama menjadi solusi paling memungkinkan dilakukan untuk menjawab kebutuhan hunian di kota-kota besar dunia. Tanpa pengetahuan memadai, jumlah korban seandainya bencana ini terjadi lagi akan bertambah banyak.

Seperti dikutip NY Daily Mail, api membakar salah satu unit apartemen Strand Condominium di lantai 20 sekitar pukul 11 pagi, Minggu (5/1/2013). Api di gedung setinggi 41 lantai itu akhirnya bisa dipadamkan setelah 150 tenaga pemadam kebakaran mencoba memadamkan api selama satu jam 40 menit.

Kebakaran tersebut menewaskan Daniel McClung. Tragisnya, McClung tidak berada di lantai terjadinya kebakaran. Dia meninggal justru karena mencoba melarikan diri dari lantai 32.

McClung meninggal di Rumah Sakit Roosevelt. Pasangannya, Michael Cohen, juga terluka parah dalam usaha penyelamatan diri. Dia menghirup terlalu banyak asap, tetapi kini berada pada kondisi stabil.

Rupanya, pasangan ini pun baru menghuni apartemen tersebut. Mereka dilaporkan baru membeli salah satu unit kondominium di gedung itu. Selain McClung dan Cohen, empat pemadam kebakaran terluka dalam musibah ini.

"Sayangnya, dalam kebakaran ini, tampaknya korban pada awalnya aman berada di dalam apartemen mereka, dan keluar dari apartemen, kemudian menjadi korban di tangga," ujar Assistant Fire Chief John Sudhik.

Lebih aman di dalam
Menurut petugas, tiga elevator dalam apartemen ini tidak berfungsi karena memang dimatikan untuk alasan keamanan. Sementara itu, menurut pengakuan para penghuni, mereka dibiarkan mengira-ngira solusi terbaik menghadapi bencana kebakaran di gedung tempat tinggalnya.

Seperti dikutip dalam NY Daily Mail, mereka tidak mendapat instruksi apa pun dari pihak pengelola gedung mengenai apa yang seharusnya mereka lakukan. Mereka bersaksi, situasi saat kejadian sangat kacau. Seorang penghuni apartemen di lantai 12, Nina Regeuik, mengaku mendengar seseorang berteriak dan menyuruh orang-orang keluar dari apartemen mereka.

"Saya lari ke lantai pertama. Saya lihat api keluar dari apartemen," ujar Regeuik.

Sementara itu, asap terus membubung tinggi, dan sebagian besar penghuni apartemen meminta pertolongan lewat akun media sosial milik mereka.

"Api besar di gedung kami," begitu bunyi tweet Nadja Atwal.

"Suami, anak laki-laki, dan saya aman di balkon," tulisnya.

Suaminya, Michey Atwal, juga menjelaskan dalam akun Twitter-nya bahwa ada asap tebal di lorong apartemen mereka. Dalam kondisi itu, elevator tidak berfungsi.

Juru bicara Pemadam Kebakaran New York, James Long, mengatakan bahwa bangunan vertikal tersebut merupakan bangunan tahan api.

"Ini adalah bangunan tahan api dan dalam musibah kebakaran, dalam kejadian umum, lebih aman tetap berada di dalam apartemen Anda dan menunggu arahan dari pemadam atau pemelihara gedung," ujar Long.

Menurut Long, pihak pemadam New York sudah mengingatkan penghuni yang menelepon 911 untuk tetap berada dalam apartemen mereka dan menunggu para pemadam. Sayangnya, pihak manajemen gedung tidak bisa ditemui pada saat kejadian. Belum jelas ada atau tidak ada orang yang memperingatkan penghuni untuk tinggal dalam apartemen mereka.

Sumber : Kompas/dailymail
Editor    : Latief

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita