61 Senin, 06 Januari 2014 | 10:59:27

Rumah-rumah di Inggris Terancam Banjir

Rumah-rumah di Inggris Terancam Banjir

Chief Executive Environment Agency Inggris, Paul Leinster mengungkapkan bahwa pengurangan tenaga kerja dalam badan yang dipimpinnya mampu mempengaruhi kinerja badan tersebut menangani banjir. Pernyataan yang diungkapkan tersebut terkait pengurangan tenaga kerja, dalam rangka restrukturisasi untuk menghemat uang. Dengan kata lain, jika badai besar kembali menghantam negara tersebut, dampaknya tidak dapat segera ditangani sebaik sebelumnya.
 
Padahal, Inggris tengah dalam keadaan siaga. Peramal cuaca sudah memperingati bahwa banjir yang lebih besar dari bencana di tahun 1953 mungkin saja terjadi. The Big Flood atau Banjir Besar tahun 1953 memakan 307 korban jiwa dan membuat 40.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Sejak saat itu, pertahanan terhadap banjir di pesisir timur Inggris sudah dibangun. Hanya saja, pertahanan terhadap banjir tersebut kemungkinan masih dapat "dikalahkan" oleh kombinasi antara gelombang tinggi, angin kencang, dan gelombang pasang besar.
 
Environment Agency mengatakan, masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai North Sea dari Northumberland ke Thames Estuary dan Kent, begitu juga dengan penduduk di pesisir Irish Sea dari Cumbria ke Cheshire mampu memperkirakan banjir pantai yang signifikan mulai Kamis (2/1/2014) hingga Jumat (3/1/2014).
 
Dalam situs resminya, Environment Agency, Jumat (3/1/2014) menyatakan adanya 14 peringatan banjir berat yang terdiri atas tiga peringatan di daerah Midlands, tujuh di daerah Southwest, dan empat di daerah Wales. 179 peringatan banjir, yang terdiri dua titik di daerah Anglian, 24 di Midlands, 31 di Northwest, 22 di Southeast, 48 di Southwest, dan 52 di Wales.

Selain itu, ada pula 232 peringatan waspada banjir, yang terdiri dari 10 peringatan di Anglian, 32 di Midlands, delapan di Northeast, 18 di Northwest, 93 di Southeast, 51 di Southwest, dan 20 di Wales.
 
"Pemeliharaan risiko banjir akan terpengaruh," ujar Leinster pada majalah lingkungan The ENDS Reports, seperti dikutip dalam Daily Mail. "Dan kami tengah melihat proporsional jumlah tenaga dalam manajemen risiko banjir."
 
Sekitar 550 pekerja akan menghadapi pemutusan hubungan kerja. Padahal, Department for the Environment, Food and Rural Affairs mendapat peningkatan pendanaan. Dana yang didapat rencananya akan masuk pada modal belanja jangka panjang untuk mengurangi dampak badai di masa depan. Sayangnya, ada juga kekhawatiran bahwa pemutusan hubungan kerja justru akan mengurangi efektivitas dana tersebut.
 
"Bagaimana pun juga, kami tampaknya akan mengurangi jumlah staff dari yang sebelumnya diperkirakan berjumlah 11.250 pada akhir Maret 2014 menjadi sekitar 9.700 orang pada Oktober 2014, tergantung pada pendanaan di masa depan," ujar seorang juru bicara Environment Agency seraya mengungkapkan bahwa anggaran 2014-2015 akan dikonfirmasi dalam waktu dekat.
 
"Kami akan mencoba menjaga jumlah (pekerja) pada level tersebut, hingga Maret 2015, bergantung tentu saja pada pendanaan di masa depan," imbuhnya.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita