40 Kamis, 26 Desember 2013 | 16:39:01

Simbol Demokrasi AS Direstorasi!

Simbol Demokrasi AS Direstorasi!

November lalu, pekerjaan restorasi yang akan menghabiskan waktu selama dua tahun untuk kubah Capitol AS dimulai. Kubah Capitol AS yang dibangun 150 tahun silam tersebut dilaporkan memiliki 1.000 retakan dan berbagai kerusakan lain. Struktur ikonik yang menjadi salah satu lambang demokrasi dunia dan kebebasan Amerika Serikat tersebut rencananya akan menghabisakan dana sebesar 60 juta dollar AS atau sekitar Rp 72,9 miliar dalam proses restorasi.

Selama proses restorasi, dunia akan menyaksikan kubah tersebut terselubung scaffolding dan terpal. Namun, seperti dikutip dalam NY Daily News, kubah tersebut masih dapat sedikit terlihat dan tetap diberikan pencahayaan pada waktu malam.

Restorasi ini merupakan restorasi besar pertama yang pernah dilakukan pada Kantor Kongres Amerika Serikat di Washington, D.C. dalam 50 tahun terakhir. Arsitek Capitol, Stephen T. Ayers, arsitek Capitol kesebelas, mengatakan bahwa air yang masuk lewat retakan pada kubah menyebabkan rangka besi berkarat dan terus berkarat.  

Perbaikan gedung ini lebih banyak akan dikerjalan pada waktu malam dan pada akhir pekan. Prosesnya pun lebih banyak dilakukan untuk memperbaiki bagian dalam, "luka-luka" gedung yang tidak tampak dari luar. Sementara itu, bentuk eksternal bangunan ini tetap dipertahankan.

Berbagai informasi mengenai restorasi ini bisa diperoleh dalam situs resmi pemerintah AS; Menurut situs tersebut, jika perbaikan tidak dilakukan, maka berbagai karya seni yang ada di rotunda tepat di bawah kubah, termasuk Apotheosis of Washington dan the Frieze of American History terancam rusak akibat kebocoran air. Padahal, pemerintah ingin agar kekayaan Amerika Serikat ini bertahan hingga generasi mendatang.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita