76 Rabu, 25 Desember 2013 | 10:23:48

Anggaran Belanja Properti Orang Asia, Tertinggi di AS!

Anggaran Belanja Properti Orang Asia, Tertinggi di AS!

Jumlah populasi yang terus berkembang pesat dengan hampir 54 persen di antaranya berpendapatan mencapai 100.000 dollar AS (Rp 1,2 triliun), telah membuat komunitas Asia di Amerika Serikat sebagai kekuatan ekonomi baru. Survei yang dilakukan Nielsen mengungkapkan, perilaku konsumsi komunitas Asia di AS begitu unik dan berbeda. Mereka memiliki warisan positif berupa prestasi akademik, kemampuan beradaptasi dan mampu menemukan peluang bisnis untuk bertumbuh lebih besar.

Saat ini, terdapat 19 juta orang Asia yang tinggal di AS atau sekitar enam persen dari jumlah populasi negara itu. Asia-Amerika adalah segmen yang paling cepat berkembang secara multikultural, atau tumbuh hampir 58 persen antara tahun 2000 dan 2013. Jumlah ini hampir lima kali lebih cepat dibandingkan dengan populasi umum.

Selain itu, orang Asia-Amerika berpenghasilan lebih tinggi dari keseluruhan rumah tangga AS dan memiliki pendapatan rumah tangga rerata 63.400 dollar AS (Rp 769,4 juta) dibanding 49.600 dollar AS (Rp 601 juta). Sehingga, segmen ini diharapkan memiliki daya beli kolektif senilai 1 triliun dollar AS pada 2017 mendatang.

Meningkatnya daya beli kelompok Asia-Amerika dan perilaku konsumsi yang unik, membuat mereka memiliki magnit yang kuat bagi para pemasar. Komunitas Asia-Amerika cenderung berbelanja lebih dari rerata konsumen dalam empat kategori utama, terutama hunian, transportasi, pakaian, dan makanan.

Belanja hunian merupakan yang tertinggi. Mereka menghabiskan rerata sekitar 20.800 dollar AS (Rp 252,4 juta) per tahun. Disusul oleh transportasi senilai 10.100 dollar AS (Rp 122,5 juta), makanan 8,000 dollar AS (Rp 97 juta), dan dan asuransi 7.800 dollar AS (Rp 94,6 juta).

Ketika ditanya tentang gaya belanja, 35 persen mengatakan mereka shopaholics swayable yang berarti menikmati tindakan membeli dan secara impulsif bersedia membayar ekstra untuk satu produk. Merek juga penting untuk mereka, yang rata-rata lebih mungkin untuk mengatakan bahwa mereka akan menghabiskan lebih banyak untuk membeli merek.
 
Mereka menjadi pemimpin saat booming pemasaran digital terjadi. Tujuhpuluh persen orang Asia-Amerika melakukan pembelian secara online pada tahun lalu, ketimbang 61 persen populasi umum.

Asia-Amerika juga dua kali lebih mungkin untuk menghabiskan setidaknya 2.500 dollar AS (Rp 30,3 juta) atau lebih per tahun untuk belanja interne

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita