84 Selasa, 24 Desember 2013 | 16:23:13

Taman Surga di Negeri Singa

Taman Surga di Negeri Singa

Sebagai negara yang selalu bersaing di bidang arsitektur, Singapura dan Uni Emirat Arab terus berlomba-lomba menciptakan arsitektur yang menakjubkan. Kali ini, Singapura menciptakan sebuah taman yang diberi naman The Paradise Garden atau Taman Surga.

Dilansir dari furnishburnish, Senin (23/12/2013), Paradise Garden merupakan sebuah kompleks taman yang dibangun oleh Grant Associates. Menggandeng arsitek lanskap asal Inggris, proyek Paradise Garden ini dibuat dengan memakan waktu lebih dari enam tahun. Kompleks pertamanan ini terdiri atas 3 tema, yaitu Bay South, Bay East, dan Bay Central.

Taman ini diciptakan dalam rangka proyek pengembangan dan penciptaan pusat baru dikawasan Marina Bay. Lahan seluas 101 hektar(Ha) disediakan untuk pembangunan taman ini. Yang menarik dari taman ini nantinya akan dibangun Rainforest, Kubah Bunga dan pohon-pohon buatan yang super tinggi.

Pada Kubah bunga akan diisi oleh sekitar 220ribu jenis tanaman dari semua benua. Sedangkan limbahnya nanti akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar turbin uap yang ada di dalam kubah. Turbin ini bergungsi untuk mempertahankan suhu didalam kubah.

Paradise garden ini dibangun dengan konsep taman tertutup. Limbah dari taman ini akan menghasilkan daya listrik yang dialirkan pada sistem udara dari kebun. Pohon-pohon buatan berguna untuk menyimpan panel surya, yang nantinya bisa digunakan sebagai pencahayaan di malam hari.

Dibuka pada 29 Juni 2012, proyek ini merupakan salah satu program budaya urban yang mengambil tema "surga di tengah kota". Melalui proyek ini, Singapura ingin memberi contoh kepada dunia mengenai bagaimana cara hidup sehat didalam kota metropolitan. (nia)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita