76 Kamis, 19 Desember 2013 | 09:33:52

Di Rumah Anda, Tampilan Museum Bisa 'Semanis' Rasanya....

Di Rumah Anda, Tampilan Museum Bisa 'Semanis' Rasanya....

Di belahan lain dunia ini, Natal identik dengan kegiatan berkumpul bersama keluarga sembari menikmati hangatnya perapian, segelas eggnog, dan rumah-rumah mungil terbuat dari kue jahe. Namun, food artist Caitlin Levin dan fotografer Henry Hargreaves siap mengubah citra tersebut. Duet keduanya berhasil mengenalkan kepada dunia koleksi museum-museum terkenal yang dibuat dari kue jahe. Beberapa museum terkenal di dunia, seperti Guggenheim Museum, Museo Soumaya, Tate Modern, bahkan piramida kaca di Louvre, Prancis kini terasa semanis tampilannya.

Namun, pasangan ini tidak serta-merta luluh pada citra umum rumah kue jahe yang ceria dan penuh warna. Setiap karya diabadikan oleh Hargreaves dalam nuansa suram, muram, dan gelap.

Seperti dikutip dalam versi online majalah Metropolis awal Desember ini, Levin dan Hargreaves membuat kreasi kue jahe unik, termasuk karya foto-fotonya tersebut untuk Art Basel tahun ini. Mereka berhasil mengerjakannya dengan bantuan Dylan Candy Bar.

Keduanya membuat Guggenheim Museum dengan memanfaatkan lapisan gula, kue jahe, kembang gula, bungkus permen, akar manis (licorice), dan gula. Mereka juga membuat Museo Soumaya FR-EE dari bola-bola permen, kue jahe, sour roll, dan taffy. Jika Anda belum cukup terpukau, mereka juga membuat Tate Modern yang dibuat dari kue jahe, hard candy, kembang gula, dan permen karet.

Selain itu, mereka juga membuat MAXXI, karya Zaha Hadid di Roma dengan kue jahe, hard candy, dan batang permen lolipop. Ada pula piramida Louvre karya I.M. Pei yang dibuat dari kue jahe, hard candy, dan akar manis. Karuizawa Museum yang dibuat Yasui Hideo pun "disulap" menjadi museum mungil dari cokelat batangan, kue jahe, hard candy, kembang gula, dan sour flush.

Terakhir, pasangan ini juga menyuguhkan Museum Aan de Stroom (MAS) karya Neutelings Riedijk Architect. Levin menggunakan kue jahe untuk membentuk batu batanya, lego candy, hard candy, permen wijen, cokelat, permen karet, dan sour rolls.

Uniknya, seperti dikutip dalam Metropolis, baik Levin maupun Hardgreaves tidak yakin dengan hasil akhir kue-kue tersebut.

"Kami tidak tahu jika kami akan berhasil melakukan ini atau tidak," ujar Hargreaves. "Ini sebuah proses pembelajaran," imbuhnya.

Namun, tampaknya keberhasilan pasangan ini bukan kebetulan. Kerja keras mereka berhasil menampilkan museum-museum mungil yang tampilannya "semanis" rasanya.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita