112 Jum'at, 13 Desember 2013 | 10:53:51

Apartemen Layak Huni, Kado Natal Buat Tunawisma Inggris

Apartemen Layak Huni, Kado Natal Buat Tunawisma Inggris

Pada Hari Natal, semua orang berhak berkumpul bersama keluarganya dengan nyaman. Inilah yang melatarbelakangi Brighton Housing Trust (BHT) di Brighton, Inggris, untuk memberikan tempat perlindungan sementara bagi para tunawisma. Mereka membuka 36 kontainer yang ditumpuk untuk dijadikan hunian.

Chief Executif BHT Andy Winter mengatakan, "Sepanjang dekade ini, BHT telah berhasil membantu klien kami mendapat dan menjaga akomodasinya, namun untuk pertama kalinya kami terlibat dalam produksi akomodasi baru selama hampir 15 tahun."

Kontainer-kontainer tersebut diubah hingga membentuk apartemen studio. Di dalam setiap apartemen terdapat kamar mandi, dapur, dan dindingnya dilapisi dengan dinding plaster. Melalui foto-foto dari Daily Mail, tampak bahwa interior setiap apartemen studio relatif layak ditempati. Tiap apartemen dilengkapi dengan tempat tidur dan lemari kayu.

Di dalamnya, tampak relatif nyaman. Sesuai tujuannya, memenuhi hunian ini dengan perabotan akan membuat para tunawisma cepat merasa kerasan di tempat ini, meski hanya bisa digunakan sementara.
 
Jauh sebelum kontainer-kontainer ini dapat ditempati oleh para tunawisma, pengembang QED Properti Ltd sudah meminta izin untuk pembangunan hunian sementara tersebut. Sesuai proposal yang diajukan, apartemen-apartemen ini merupakan skema untuk menyelesaikan permasalahan akut "kurangnya pasokan rumah dengan harga terjangkau" di kota Brighton.

Harga rerata tertinggi properti setempat mencapai 302.000 poundsterling (Rp 5,9 miliar). Tidak jauh berbeda, harga sewa hunian pun cukup tinggi. Sementara, penghasilan penduduk tepi pantai ini, cukup rendah. Hal ini memicu tingginya jumlah tunawisma di sana.

Dalam pembukaan hunian sementara ini minggu lalu, Winter menyatakan bahwa jumlah akomodasi terjangkau di Brighton dan Hove sangat terbatas.

Sementara jumlah tunawisma di jalan-jalan kota meningkat dari 37 pada November 2011, mencapai 43 di 2012 dan 50 pada November 2013. Winter juga menyebutkan bahwa angka yang sebenarnya di lapangan, atau tidak tercatat pemerintah bisa mencapai 70 hingga 100 orang.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita