123 Rabu, 11 Desember 2013 | 11:07:53

Pilih Atap Berwarna "Ngejreng", Kate dan William Diprotes Warga

Pilih Atap Berwarna

Rumah besar milik Ratu Inggris di Sandringham, Anmer Hall, memang akan dipersembahkan untuk pasangan Duke dan Duchess of Cambridge, Kate dan William. Berbagai persiapan menyambut keluarga muda ini sudah dilakukan di rumah itu. Sayangnya, penduduk sekitar tidak menyambut baik persiapan tersebut.

Kate dan William dituduh telah mengubah bangunan bergaya Georgian tersebut menjadi sebuah "rumah Barrat" oleh penduduk sekitar. Alasannya sederhana. Atap Anmer Hall diganti dengan warna oranye terang. Penduduk menyebutnya sebagai warna yang "vulgar". Dibandingkan dengan warna sebelumnya, yaitu coklat tua, warna pilihan Kate dan William itu memang relatif jauh lebih terang.

"Bangunan tersebut dibangun pada awal 1800-an, namun sekarang tampak seperti rumah Barrat," ujar penduduk sekitar pada The Sunday Express, seperti dikutip Daily Mail.

"Tidak mengganggu mata, namun tampak benar-benar berbeda" tambah mereka.

Rumah dengan sepuluh kamar tidur ini berada di area pribadi milik Ratu Inggris di Sandringham. Selama 13 tahun belakangan ini, rumah mewah tersebut digunakan oleh James Everett dan keluarganya. Namun, empat tahun lalu keluarga Everett diminta untuk keluar dari rumah tersebut karena akan digunakan oleh keluarga muda dari Kerajaan Inggris.

Spesifikasi keamanan yang baru untuk rumah ini sudah disetujui oleh dewan kota setempat, termasuk juga rencana penanaman pohon-pohon untuk menjaga kemanan dan menjauhkan keluarga tersebut dari mata publik, terutama paparazzi. Selain itu, ada juga upaya untuk mengubah lokasi gerbang utama. Berbagai rencana sudah dibuat, namun hanya warna atap itulah yang dipermasalahkan penduduk sekitar.


Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita