98 Selasa, 10 Desember 2013 | 17:08:14

Tak Mau Kalah... Twitter Juga Punya Kantor Keren!

Tak Mau Kalah... Twitter Juga Punya Kantor Keren!

Layanan micro-blogging Twitter memang hanya menyediakan ruang sebanyak 140 karakter setiap kali Anda ingin mempublikasikan gagasan, perasaan, atau keluh-kesah Anda. Namun, perusahaan di bidang sosial media tersebut tampaknya tidak mengenal batasan dalam memberikan kenyamanan bagi karyawannya. Urusan kenyamanan kantor, Twitter tak mau kalah dengan Google atau Facebook.

Pasalnya, kantor pusat global Twitter di San Francisco ini menyediakan banyak ruang lapang, fasilitas tidak terbatas, serta ornamen unik bagi karyawannya. Semua yang bekerja di kantor ini tak hanya fokus bekerja, namun juga menikmati berbagai fasilitas dan merasa bangga dengan wajah kantor mereka sendiri.

Untuk mewujudkan hal itu, Twitter bekerja sama dengan IA Interior Architects dan Lundberg Design yang juga berasal dari San Francisco. Kerja sama tersebut membuahkan hasil yang manis. Tidak hanya berhasil menyediakan ruang yang lapang, segar, dan nyaman bagi karyawan Twitter, IA Interior Architects dan Lundberg Design berhasil bermain dengan alam bawah sadar karyawan dan pengunjung kantor pusat itu.

Twitter adalah perusahaan penyedia layanan sosial media. Tentu, perusahaan ini tidak serta-merta punya hubungan dengan alam. Kebetulan, konsep perusahaan ini menarik. Twitter, dengan logo burungnya, mendorong pengguna layanannya di seluruh dunia untuk "berkicau" dalam 140 karakter.

IA Interior Architects dan Lundberg Design "menangkap" pesan itu. Tidak hanya sekedar menempelkan logo Twitter di seluruh kantor, keduanya memutuskan untuk menggali lebih dalam dan menggunakan alternatif lain yang juga menggambarkan citra logo Twitter dengan cara lebih halus.

IA Interior Architects dan Lundberg Design menyediakan taman terbuka di rooftop gedung tempat kantor tersebut berada. Di rooftop ini, karyawan bisa bersantai di sofa bernuansa hijau, kuning, dan biru, atau merebahkan diri di hamparan rumput.

Di dalamnya, pendekatan lebih bersifat ornamental diambil oleh kedua perusahaan desain. Di area bersantai, misalnya, dinding sengaja dihias dengan gambar ranting-ranting.

Sementara itu, di ruang konferensi informal terdapat gambar burung-burung mungil di meja, lengkap dengan centerpiece dari dedaunan hijau, dan lampu neon berwarna biru khas Twitter di dinding. Begitu pula di ruang istirahat, area penerima tamu, ruang rapat, kafetaria, ruang bermain, dan tentunya ruang kerja.

Selain menggunakan kayu sebagai permukaan meja, lantai, dan penutup dinding, kedua perusahaan desain juga memanfaatkan ranting pohon untuk menghias plafon dan membuatnya lebih dramatis dengan sorotan lampu.

Memang, meskipun tampak terpencar, terpisah, dan sekilas hanya sebagai ornamen, semua hiasan ini merupakan branding bagi Twitter. Warna biru khas logo Twitter, burung, kayu, dedaunan, ranting, dan sinar matahari yang memadati kantor ini merupakan satu kesatuan.

Seperti terlihat di foto-foto yang dipublikasikan Designboom, tampak bahwa kantor pusat global baru Twitter di San Francisco, Amerika Serikat, ini berukuran cukup besar. Twitter menempati lantai 7 sampai 9 dari 11 lantai yang tersedia.

Selain lantai-lantai tersebut, Twitter juga berencana menempatkan area ritel di lantai dasar. Rencananya, Twitter akan memadati area tersebut dengan kafe, restoran, kelab kesehatan, dan pasar swalayan.

"Kantor pusat Twitter merupakan ruang kerja pertama yang secara spesifik didesain bagi perusahaan tersebut, dengan maksud merefleksikan dan memelihara budaya Twitter, mendayagunakan kreatifitas, dan secara langsung menarik minat karyawan-karyawan cerdas Twitter. Beberapa lantai yang tersedia menyediakan twist baru untuk istilah urban kampus dan menetapkan standar bagi para pendatang baru," ujar IA Interior Architects dalam situs resminya.

Nah, apakah wajah baru kantor Twitter ini semakin menguatkan terjadinya "Perang Bintang", dari Kantor Facebook hingga Amazon?

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita