67 Senin, 09 Desember 2013 | 09:02:22

Serius, Rumah Ini Bisa Dimakan!

Serius, Rumah Ini Bisa Dimakan!

Rumah bisa dimakan! Aneh? Tentu saja. Namun, yang ini bukan sembarang rumah, melainkan ribuan kue jahe yang disusun mengikuti struktur rumah-rumah pada umumnya. Terdapat pintu, jendela, dinding, dan jalan setapak. Adalah penduduk di wilayah Texas, Amerika Serikat, yang punya "gawe" membuat rumah dari kue jahe ini. Mereka punya pepatah yang berbunyi, "Jadilah besar atau pulang ke rumah! (Go big, or go home). Tampaknya, mereka menganggap serius pepatah ini.

Seperti dikutip dalam NY Daily News, The Texas A&M Traditions Club yang ada di Bryan, Texas, baru saja membukukan Guinness World Record atas rumah kue jahe terbesar di dunia. Dalam media yang sama juga disebutkan, semua keuntungan dari rumah unik tersebut akan disumbangkan bagi pusat trauma St Joseph's level II.

Kue jahe, atau gingerbread, merupakan panganan "wajib" dalam merayakan Natal di Eropa. Tradisi ini berawal dari abad ke-11 ketika para pengembara kembali ke benua itu setelah mengembara di Timur Tengah dan mengenal jahe. Jahe yang hangat dengan cepat populer di Jerman, khususnya ketika musim dingin tiba. Kebetulan, perayaan Natal pun jatuh pada musim dingin.

"Semua orang bersemangat ketika kami mencoba melakukan hal ini. Sembilan puluh persen produk (untuk membuat rumah kue jahe) merupakan sumbangan, mulai dari kayu, pasokan alat listrik, telur, gula pale, gula bubuk, pala, dan jahe," ujar General Manager Texas A&M Traditions Club Bill Horton.

Secara resmi, Guinness World Records mencatat rumah yang dapat dimakan ini memiliki ukuran 18,2 m x 12,8 m, dengan titik tertinggi mencapai 6,12 m. Sementara, anggota kelab, para pemanggang kue, dan sukarelawan juga mencatat bahwa mereka sudah menggunakan hampir 3.000 pound (1360,7 kg) gula palem, 7.200 telur, 7.200 pound (3265,8 kg) tepung, dan 1.800 pound (816,4 kg) mentega. Semua ini membuat rumah tersebut mengandung 35.823.400 kalori.

Sekilas, rumah ini tampak seperti rumah pada umumnya. Dindingnya tampak seperti dibuat dari bata-bata berukuran besar dan berwarna coklat. Sementara itu, pintu rumah tersebut berwarna merah menyala. Ada dua cerobong asap menjulang di rumah tersebut.

Jalan masuk rumah ini dihias dengan menggunakan dua hiasan yang tampak seperti tongkat khas Natal, serta lampu berwarna-warni. Selain itu, perbedaan rumah ini dengan rumah pada umumnya tentu karena rumah tersebut bisa dimakan. Buktinya, beberapa bagian rumah ini dikerubungi oleh lebah.

Editor    : Hilda B Alexander
Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita