313 Rabu, 04 Desember 2013 | 17:21:59

Kantor Unik di Bekas Kelab Tari Telanjang

Kantor Unik di Bekas Kelab Tari Telanjang

Desainer asal Swedia, Toki Drobnjakovic dan Per Sundberg, seperti dikutip dalam Dezeen, telah merenovasi sebuah kelab tari telanjang terselubung di Stockholm. Bangunan tersebut kini justru mereka jadikan sebagai ruang kerja. Toki menggunakan beton yang ditempel dengan bubble wrap atau pembungkus bergelembung udara. Bangunan ini sebelumnya dikenal sebagai bar bernama Blue Star. Kini, bangunan tersebut punya nama baru, Studioverket.

Jauh berbeda dari kondisi sebelumnya, Studioverket digunakan sebagai studio desainer dan ruang bekerja bagi para pekerja lepas (freelancer). Dalam proses pembuatannya, Toki dan Sundberg tidak bekerja sendirian. Mereka bekerja sama dengan pabrik beton Butong untuk membuat elemen interior baru. Mereka juga mendapat bantuan dari mahasiswa arsitektur Noa Ericsson dan produser film Erik Liss.

Pada proses pekerjaannya, setiap struktur beton dicetak di dalam bubble wrap. Karena sifat bubble wrap yang fleksibel, bentuk beton bisa dimanipulasi sesuai dengan keinginan Toki Drobnjakovic dan Per Sundberg hingga tercipta bentuk unik.

"Kami menggunakan beton berkekuatan tinggi EXM," terang Lars Höglund dari Butong.

"Setelah proses penekanan, panel bisa dibentuk dalam waktu sekitar satu jam. Lapisan beton setipis daun yang terhubung dengan balon udara (bubble) bisa dihilangkan untuk efek tembus pandang atau dipertahankan agar tampak samar-samar," tambahnya.

Lapisan beton unik ini tersebar di hampir seluruh bagian kantor. Jika di bagian dalam lapisan beton tersebut tampak misterius dengan paduan pencahayaan remang-remang, Anda bisa melihatnya lebih jelas di bagian lobi. Di tempat tersebut, lapisan ini digunakan sebagai dasar untuk taman vertikal.

Selain itu, Eric Liss juga menggunakan maneken sebagai cetakan untuk membuat hiasan dari lembaran beton. Hasilnya unik, tetapi sedikit menyeramkan. Liss membuat seolah ada perempuan terjebak dalam dinding. Seperti dikutip dalam Dezeen, maksud Liss membuat karya tersebut sekadar menjadi pengingat masa lalu gedung yang mereka gunakan.

Terakhir, lembaran beton cetakan khusus ini tidak hanya digunakan untuk menghias dinding, menghias plafon, atau menjadi dasar untuk taman vertikal. Lembaran beton unik tersebut bahkan digunakan untuk menghias pencahayaan di dalamnya sebagai bagian dari lampu gantung.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita