81 Kamis, 28 November 2013 | 09:34:36

Belajar Relaksasi di Rumah \"Palmer\"

Belajar Relaksasi di Rumah \

Rumah Palmer karya Frank Lloyd Wright berada tak jauh dari bangunan University of Michigan. Di antara pepohonan dan hamparan rumput hijau, berdirilah sebuah rumah yang mampu memberikan kedamaian dan privasi di dalamnya. Hanya dalam sekali pandang, tidak sulit melihat bahwa rumah ini mampu mengajarkan orang yang melihatnya mengenai "resep rahasia" membawa nuansa damai dan ketenangan ke dalam rumah.

Rumah tersebut semula dibangun oleh Wright untuk William dan Mary Palmer. Pembangunannya dimulai pada 1951, tepat ketika Wright berusia 80 tahun. Dengan cermat, Wright mendesain hunian tersebut dengan menggunakan batu bata dan kayu siprus.

Mengamati rumah ini, hal pertama dapat dipelajari adalah, untuk membawa rasa damai perlu dilakukan penghijauan. Di mana-mana, Anda akan melihat tanaman hijau sebelum melangkah masuk ke dalam rumah ini.

Anda menunduk, Anda lihat rumput terhampar. Anda tengok kepala ke kanan dan kiri, pohon-pohon besar nan kokoh berdiri. Anda mendongak pun, ranting pohon-pohon besar masih menaungi Anda. Sesekali, bahkan Anda mungkin ditemani oleh rusa-rusa lokal.

Menariknya, lingkungan hijau di sekitar rumah ini bukan sebuah kebetulan. Wright menaruh perhatian besar pada lingkungan alam dan efek positif yang mampu diberikan pada hasil karyanya.

Wright juga memilih bahan-bahan yang akan digunakan di dalam rumahnya dengan kesadaran penuh. Seperti dikutip Huffington Post, dia mendahului arsitek di zamannya dan melaksanakan praktik arsitektur organik.

Wright menggunakan prinsip dari alam untuk memandu desainnya. Rumah ini seolah menyatu dengan alam di sekelilingnya.

"Saya pergi ke alam setiap hari untuk inspirasi dalam hari kerja. Pelajari alam, cintai alam, dan tetap dekat dengannya. Hal ini tidak akan mengecewakan Anda," ujar Wright.

Kesederhanaan dalam integrasi dengan alam sekitarnya. Mungkin ungkapan ini bisa diasosiasikan dengan rumah karya Wright tersebut.

Rumah ini memiliki konsep tata ruang terbuka. Sinar matahari tanpa upaya yang rumit dapat masuk ke dalam rumah dan menonjolkan keindahan interior rumah ini. Uniknya, meski cahaya matahari bisa dengan bebas mengakses interior rumah, suara dapat ditahan.

Pemilik Rumah Palmer saat ini, Jeffrey Schox pada Concentrate Media mengatakan bahwa sudut-sudut ruangan mampu menyetop suara. Keheningan mampu menyelimuti rumah ini dan memberikan rasa damai bagi penghuninya.

"Kesederhanaan dan ketenangan merupakan kualitas yang bisa digunakan untuk mengukur nilai pekerjaan seni apa pun," ujar Wright.

Editor    : Latief
Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita