65 Rabu, 13 November 2013 | 18:04:16

Pengembang Aussie Bebas dari Dakwaan Penipuan Dubai Waterfront

Pengembang Aussie Bebas dari Dakwaan Penipuan Dubai Waterfront

Krisis finansial global yang terjadi pada 2008 silam, tak hanya mengguncang perekonomian secara makro sejumlah negara besar, juga memorakporandakan sektor propertinya. Satu yang terpapar krisis adalah sektor properti di Dubai, Uni Emirat Arab. Banyak proyek raksasa artifisial yang terhenti pembangunannya alias mangkrak. Akibatnya, uang konsumen yang kadung masuk, raib entah ke mana dan konstruksi dibiarkan mangkrak begitu saja.

Tak hanya menyisakan proyek mangkrak, juga kasus hukum dengan proses litigasi berlarut. Satu yang paling heboh adalah kasus yang melibatkan dua eksekutif pengembang properti asal Australia yakni Matt Joyce dan Marcus Lee. Keduanya didakwa melakukan penipuan.

Sebelumnya, Joyce dan Lee menjabat sebagai direktur pelaksana untuk Dubai Waterfront. Proyek ini terhitung ambisius karena berupaya menciptakan kota dalam kota. Dubai Waterfront dirancang sebagai salah satu yang terbesar, mencakup 70 kilometer dari garis pantai. Proyek ini merupakan versi modern dari Manhattan, dirancang oleh arsitek Rem Koolhaas.

Tapi proyek yang mayoritas dimiliki oleh Nakheel, pengembang Dubai, tersebut terhenti di tengah krisis keuangan tahun 2008.

Kasus Joyce dan Lee memang berbelit. Tapi, semua bersumber pada satu hal yakni biaya konsultasi senilai 12 juta dollar AS (Rp 137,6 miliar). Biaya konsultasi tersebut dibayarkan oleh pengembang Australia, Sunland, untuk mengakuisisi sebidang lahan yang merupakan bagian dari Dubai Waterfront.

Praktik pat gulipat inilah yang menurut dakwaan Jaksa sebagai penipuan. Jaksa mendakwa Joyce dan Lee menipu Sunland untuk membayar biaya yang sejatinya dibuat untuk meyakinkan perusahaan lainnya atas rencana pengembangan besar tersebut.

Walhasil, atas kecurangan ini, Joyce menghadapi penjara 10 tahun dan denda 25 juta dollar AS (Rp 286,6 miliar). Ia dihukum karena tuduhan penipuan pada bulan Mei lalu. Joyce dan Lee, sebelumnya ditangkap pada Januari 2009 dan menghabiskan sembilan bulan penjara.

Namun, tampaknya kisah petualangan Joyce dan Marcus, tampaknya berakhir manis, setelah pengadilan banding membebaskan dari dakwaan, pada Minggu (10/11/2013).

Hanya, jaksa perlu menemukan bukti tak terbantahkan. Pasalnya, bukti yang ada tidak mendukung bahwa keduanya pantas dihukum. Keduanya bahkan dibebaskan dalam sidang perdata di pengadilan Australia.

Jaksa memiliki waktu 30 hari untuk mengajukan banding atas keputusan Pengadilan Banding tersebut.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita