98 Selasa, 12 November 2013 | 17:27:18

Pengembang Negeri Kincir Angin Bangun Apartemen Terapung

Pengembang Negeri Kincir Angin Bangun Apartemen Terapung

Perubahan iklim yang begitu cepat serta naiknya permukaan air laut menjadi masalah serius. Berangkat dari masalah tersebut, sebuah perusahaan properti asal Belanda, Koen Olthuis membangun proyeknya di atas air. Dilansir worldpropertychannel, Senin (11/11/2013) Koen Olthuis bekerja sama dengan sebuah perusahaan arsitektur, Waterstudio.

"Mengingat fakta bahwa 90 persen kota besar di dunia terletak di tepi pantai, kami dipaksa untuk berfikir bagaimana hidup di lingkungan tersebut," kata staf promosi perusahaan.

"Visi kami adalah membuat proyek-proyek mengambang skala besar di lingkungan perkotaan yang memberikan solusi nyata untuk masalah ini yang bersifat fleksibel maupun berkelanjutan," imbuhnya.

Salah satu proyek pertama yang dikembangkan adalah The Citadel. Proyek ini digadang-gadangkan menjadi apartemen mengambang pertama di dunia. Direncanakan menjadi "New Water", apartemen di Naaldwijk, Belanda ini terdiri dari 60 unit apartemen yang dirancang khusus mengambang di air.

Material utama yang digunakan adalah beton. Apartemen akan dibangun dari 180 elemen modular, yang akan terhubung dengan dermaga.

Blok apartemen yang terdiri dari lantai yang nampak berbentuk tidak teratur ditumpuk satu sama lain. Masing-masing memiliki denah sendiri dan ruang luar dan tentu saja masing-masing unitnya akan memiliki pandangan air.
 
The Citadel akan mengambang enam meter di air, yang nantinya akan meningkat menjadi 12 kaki secara mendalam. Kompleks ini akan terhubung dengan daratan yang bisa diakses dengan jembatan terapung.

Waterstudio berharap, The Citadel memulai pembangunan apartemen ini awal tahun depan. (nia)

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita