99 Selasa, 12 November 2013 | 17:24:56

Akhirnya, Facebook Tinggal Satu Atap dengan Twitter

Akhirnya, Facebook Tinggal Satu Atap dengan Twitter

Jarang terjadi, dua perusahaan kompetitor berada dalam satu atap gedung perkantoran. Dari sekian yang langka itu adalah saat kompatriot utama jejaring media sosial Facebook memutuskan untuk berada dalam satu gedung perkantoran bersama Twitter.

Facebook akan menempati area perkantoran seluas 8.000 meter persegi mencakup tiga lantai. Perkantoran tersebut dijadikan sebagai kantor pusat Facebook di London, Inggris. Lokasinya di 10 Brock Street, proyek pengembangan British Land, atau tepatnya di Regent's Place. Kantor ini lebih besar dari kantor Facebook London lainnya di Covent Garden.

Sebagai arsitek utama, dilibatkan Frank Gehry. Ia kembali ambil bagian setelah sukses mendesain kampus atau kompleks kantor Facebook di Silicon Valley. Selain merancang kantor di London, Gehry juga mengerjakan kantor Facebook di Dublin, Irlandia. Kedua kantor tersebut rencananya akan menggantikan kantor yang sudah ada di sana sebelumnya.

"Rumah baru kami akan memberikan ruang untuk menggandakan jumlah pekerja dalam lingkup Facebook London dan membangun apa yang telah kami capai di sana selama beberapa tahun silam," ujar Chief Facebook Eropa Nicola Mendelsohn.

Kedua kantor Facebook baru di London dan Dublin akan sama luasnya. Karyawan Facebook di Dublin akan pindah ke kantor baru berukuran 11.000 meter persegi yang mampu menampung hingga 1.000 karyawan. Kantor tersebut akan berada di Grand Canal Square.

Kita tunggu saja karya Gehry pada dua kota ikonik di Eropa tersebut. Melihat rekam jejak Gehry yang sudah berhasil mendesain Museum Bilbao Guggenheim dan Walt Disney Concert Hall, tentu hasil kerja terbarunya ini layak kita simak.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita