306 Rabu, 06 November 2013 | 11:09:26

Proyek Kontroversial Masteel: Rel Kereta Api Dari Iskandar Malaysia ke Singapura

Proyek Kontroversial Masteel: Rel Kereta Api Dari Iskandar Malaysia ke Singapura

Malaysia Steel Works ( Masteel ) belum memperoleh semua persetujuan yang dibutuhkan untuk melanjutkan proyek kotroversial mereka yang bernilai RM. 1.1 milyar: jalur rel kereta api yang menyambungkan kota Iskandar, Malaysia dengan Singapura. Meski begitu, direktur utama sekaligus CEO Datuk Seri Tai Hean Leng menegaskan bahwa proyek tersebut belum dihapus.

\"Kini, kami sedang berkoordinasi dengan Kementrian Perhubungan (MOT), begitu juga dengan Unit Kesatuan Angkutan Swasta (UKAS) terkait dengan struktur pendanaan. Semuanya masih dalam proses.\"

\"Kami telah memperdebatkan hal ini dengan pemerintah, kami telah mendapatkan persetujuan dari MOT dan juga persetujuan untuk pengalokasian tanah dimana kami akan membangun pusat pemeliharaan kami untuk proyek ini.\" Tutur Tai kepada salah satu majalah terkenal Inggris di sebuah kesempatan wawancara pekan lalu.

Namun didapatkannya persetujuan ini tidak berarti bahwa Masteel telah diberi lampu hijau untuk poyeknya tersebut, karena tertundanya persetujuan lainnya dapat berakibat dihapusnya proyek ini.

\"Sulit bagi kami untuk memberikan komentar lebih mengenai hal ini. Kami bekerja keras untuk proyek ini. Kami berharap perhitungan kami masuk akal, dan itulah mengapa kami telah memiliki beberapa persetujuand dari pemerintah. Saat ini, kami masih mencari beberapa persetujuan yang diperlukan lainnya. Ini adalah proyek yang kompleks, dan untuk itu, dibutuhkan beberapa langkah.\" Lanjutnya.

Tai, yang dikabarkan telah mengatakan bahwa sistem kereta api antar kota tersebut harus selesai pada tahun 2016, menolak untuk memberikan komentar tentang mampukah perusahaannya untuk mendapatkan semua persetujuan yang diperlukan agar proyek tersebut dapat dilanjutkan.

Ia menegaskan bahwa rumor dihapusnya proyek rel kereta api ini tidaklah benar, dan Masteel tidak pernah menerima surat apapun dari pemerintah yang menginformasikan bahwa proyek tersebut dibatalkan.

Bulan Agustus lalu, sebuah laporan yang mengutip sumber lainnya mengatakan bahwa proyek itu harus dibatalkan karena tidak didapatnya persetujuan yang diperlukan dari MOT dan departemen keuangan Malaysia. Menurut laporan tersebut, persetujuan tidak akan diberikan, karena proyek ini bukanlah proyek pemerintah Malaysia.

Sumber yang tidak disebutkan namanya tersebut juga menambahkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah pemerintah mempertingkan banyaknya rel kereta api di kota-kota besar di Malaysia seperti; rel dua arah Gemas-Johor Baru, dan kereta api berkecepatan tinggi yang menyambungkan Kuala Lumpur dan Singapur; yang berhenti di stasiun kereta api Iskandar Malaysia.

Proyek rel kereta api Iskandar-Singapura telah menimbulkan banyak kontroversi sejak Masteel mengumumkannya bulan Mei lalu, yang menyatakan bahwa perusahaannya telah mendapatkan surat dari MOT yang telah menyetujui dibangunnya proyek ini, dan yang nantinya akan dikembangkan sendiri oleh Masteel dan partnernya, KUB Malaysia Bhd, di Iskandar Malaysia.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Masteel, rel sepanjang 100km juga akan dihubungkan ke garis transit masyarakat di Singapura.

Selain persetujuan dari badan pemerintah yang belum jelas, Tai juga mengatakan bahwa perusahannya belum mendapatkan struktur pendanaan yang diperlukan untuk proyek tersebut. Ia menambahkan, bahwa Masteel saat ini masih berdiskusi dengan pemerintah perihal pendanaan proyek tersebut, yang kira-kira sebesar RM 700 juta yang berupa \"pinjaman\" dari pemerintah.

 

Sumber: The Sun Daily

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita