78 Kamis, 31 Oktober 2013 | 09:43:20

Pasangan Ini Jatuh Cinta Pada Rumah Berhantu

Pasangan Ini Jatuh Cinta Pada Rumah Berhantu

Inilah kisah horor Edwin Gonzalez dan istrinya, Lilian. Pasangan suami istri ini jatuh cinta dengan sebuah rumah di Gardner, Massachusetts. Saat melihat rumah tersebut pada November 2008, Edwin mengaku langsung jatuh cinta. "Begitu memasuki rumah, kami seperti kembali ke masa lalu. Lilian bilang kalau itu rumahnya. Itu rumah impian, benar-benar indah. Rumah itu memanggil Anda masuk," jelas Edwin.

Mereka pun membeli rumah itu dan pindah enam bulan kemudian. Saat itulah mereka mulai mendengar rumor tentang rumah megah bergaya Victoria tersebut. Rupanya, rumah impian mereka berhantu.

Rumah ini dikenal sebagai "The Victorian". Rumah indah nan besar ini dibangun oleh SK Pierce pada 1875. Dengan jendela berliku, kayu yang rumit dan atap mansard, rumah ini benar-benar mewakili arsitektur Victoria pada masa lalu. Penulis nonfiksi Eric Stanway menulis sebuah buku tentang sejarah rumah itu, yang diyakini menjadi penyebab munculnya hantu.

Pemilik pertama adalah Pierce. Tidak lama setelah menghuni rumah, tragedi terjadi. Istrinya meninggal karena penyakit, kemudian Pierce menikah dengan wanita muda berusia 20 tahun, Ellen.

Ternyata perbedaan usia menjadi masalah untuk anak Pierce. Akibatnya, Ellen yang mewarisi properti, bukan anak Pierce. Putera Ellen, Frank, mengambil alih rumah ini pada 1900-an setelah sang ibu meninggal dunia. Belakangan Frank kehilangan seluruh kekayaannya di meja judi. Dia hanya diizinkan tinggal di ruang bawah tanah.

"Dia (Frank) pun menjadi salah satu hantu," jelas Stanway seperti dikutip dari AOL, Rabu (30/10/2013).

Namun ada rumor lain mengenai kemunculan hantu di rumah itu. Seorang anak gadis dikabarkan tenggelam di kolam belakang. Selain itu, ada rumor lain kalau rumah ini difungsikan menjadi rumah bordil dan salah satu wanita yang bekerja di sana dibunuh di kamar tidur.

Sebenarnya, rumah ini pernah akan dirubuhkan. Namun tidak jadi. Rumah itu belum juga direnovasi dan dibiarkan kosong selama 20 tahun. Namun setelah rumah ini dikutuk, pemerintah Kota Gardner tidak memiliki dana untuk menghancurkannya. Rumah ini akhirnya dijual. Kata Stanway, pernah ada yang membelinya dan berencana untuk merenovasi.

Namun pemilik baru itu hanya tinggal di sana selama beberapa tahun dan kemudian pindah. Rumah pun dibiarkan kosong hingga Edwin dan Lilian membelinya pada 2008.

Edwin mengaku tidak tahu soal sejarah rumah ini. Namun sejak pertama, dia merasakan sejumlah keanehan. Misalnya, tanaman di pot besar terbalik tanpa alasan, ada bayangan, jejak, dan ornamen yang dipindahkan dari tempat mantel untuk ke tengah ruangan selama beberapa kali.

Selama ini, Edwin tidak pernah percaya mengenai cerita hantu di rumahnya. Namun semua berubah setelah penampakan hantu muncul di hadapannya.

"Saya melihat seorang pria muncul di tempat menanam pohon, di siang hari bolong. Ketika saya melihatnya, laki-laki ini bermata hitam legam, menatap saya dengan kulit putih pucat. Saya tidak mengharapkan hal itu dan mulai gemetar," jelasnya.

Pada waktu yang sama, tetangga baru datang dan bertanya apakah anaknya boleh bermain di rumah Edwin. Padahal Edwin dan Lillian tidak memiliki anak. Namun si tetangga mengaku sering melihat seorang anak kecil di jendela.

Peristiwa menakutkan ini terjadi pada 2011. Edwin dan Lillian pun merasa cukup dan memutuskan untuk pindah. Mereka hanya balik ke rumah itu untuk menjadi tuan rumah tur hantu.

Edwin dan Lilian masih memiliki rumah ini. Rumah itu pun sering tampil di acara horor televisi. Musim gugur ini, mereka menawarkan wisata rumah hantu di mana keuntungannya didonasikan untuk American Cancer Society's Relay for Life.

Edwin mengaku tidak ingin menjual rumahnya. Pasalnya, mereka masih cinta rumah ini. Untuk saat ini, mereka tinggal di sebuah apartemen dan akan memutuskan apakah properti berhantu ini investasi yang bagus. (nia)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita