103 Rabu, 30 Oktober 2013 | 12:21:41

Apartemen di \"Kaki Langit\" yang Harganya Selangit

Apartemen di \

Sebuah apartemen yang berlokasi di Ritz Carlton Battery Park City, New York, menawarkan pemandangan yang fantastis, yaitu pemandangan langit dari teras. Apartemen dua lantai ini dijual seharga USD56,5juta atau sekitar Rp627 miliar (kurs Rp11.108 per USD). Dengan harganya yang selangit, tidak mengherankan kalau apartemen ini dinobatkan menjadi apartemen paling mahal di New York.

Dilansir dari nydailynews, memiliki luas 7.000 meter persegi (m2), apartemen yang terletak di lantai 37-38 ini menyuguhkan pemandangan indahnya langit kota Manhattan dari teras.

"Rasanya seperti melayang saat berada di atas sana," kata Marketing dari Werter Platinum Realty Grup, perusahaan yang memasarkan apartemen ini, Matthew Gros.

Pemilik apartemen saat ini, merupakan salah seorang pengusaha Queens, ia membangun apartemen mewah ini setelah sebelumnya membeli unit apartemen ini secara terpisah pada tahun 2006 dan 2007 dengan harga USD 11 juta atau sekitar Rp122 miliar. Dia menggabungkan kedua apartemen ini hingga memiliki lima kamar tidur, dan lima kamar mandi. Apartemen ini memang tidak terlalu besar. Sang pemiliki juga menaruh dua piano klasik di apartemen ini.  

Sebelumnya, yang mendapat peringkat sebagai apartemen paling mahal di pusat kota adalah di Walker Tower. Dengan luas 6.000 meter persegi, apartemen ini merupakan konversi kemewahan dari bangunan Art Deco di Chelsea.

Selain itu, apartemen mahal lainnya yang ada di New York berlokasi di Tribeca. Apartemen ini dirancang oleh Pritzker Prize. Ia merupakan pemenang dari kontes Swiss architects Herzog + de Meuron. Meskipun apartemen ini masih dalam tahap pembangunan, namun semuanya sudah sold out pada musim panas ini. (nia)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita