104 Jum'at, 25 Oktober 2013 | 13:22:14

Melucuti Gereja Tua, Menyulap Jadi Kantor Cantik

Melucuti Gereja Tua, Menyulap Jadi Kantor Cantik

Firma arsitektur BBVH asal Belanda mengubah sebuah gereja dari abad-ke 19 menjadi kantor yang cantik milik perusahaan desain web Acato. Terletak di Kota Scheveningen, Belanda, pihak Acato memutuskan ingin sesuatu yang lebih sentral dan cantik dari tampilan kantornya.

Untuk mencapai tujuan itu, BBVH bekerja sama dengan Acato sebagai klien mereka untuk memperbaiki struktur luar bangunan yang tampak sudah bobrok dan tidak lagi memenuhi salah satu standar kenyamanan, keamanan, dan konsep bangunan berkelanjutan.

Selama masa pakainya, gereja ini tunduk pada beberapa perubahan desain yang mengakibatkan koridor di dalamnya tampak berantakan. Untuk mengembalikan keindahan bangunan ini, BBVH melucuti kembali interior bangunan itu dan benar-benar mendefinisikan ulang desainnya. Caranya, mereka memasukkan tangga besar ke dalam ruang ganda yang tinggi.

Hal ini tersebut otomatis memungkinkan volume ruangan dibagi menjadi tiga unit yang unik. Aula gereja tua itu berubah menjadi kantor Acato, sementara tiga lantai di depannya menjadi dua apartemen yang terpisah.

Tangga baja yang besar tersebut dibungkus dengan cat kayu putih. Kehadirannya menjadi akses langsung ke balkon atas, sementara bekas tempat paduan suara di balik ruang pertemuan menawarkan bentuk amfiteater yang cantik.

Upaya BBVH tersebut behasil menciptakan suasana informal yang difasilitasi interaksi spontan, karena menciptakan lingkungan yang nyaman dan efisien energi untuk para staf. Apalagi, setelah para arsitek itu mengubah dinding yang terisolasi dengan pemakaian jendela double-glazed. Sementara lantai di bawahnya dipenuhi dengan lapisan kerang laut setebal 30 cm untuk menahan kelembaban.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita