91 Selasa, 22 Oktober 2013 | 11:27:05

Sydney Tawarkan Keuntungan Properti Hingga 30% Per Tahun

Sydney Tawarkan Keuntungan Properti Hingga 30% Per Tahun

Australia merupakan salah satu negara dengan pasar properti yang stabil dalam 30 tahun terakhir. Pasar properti di Australia yang sempat melemah saat terjadi krisis finansial, seketika bisa bangkit kembali dalam rentang waktu yang jauh lebih singkat dibanding negara-negara lain di dunia. Bahkan di 2011 lalu, Australia pernah menyabet predikat negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Hal ini tentu saja menyebabkan pasar properti di Negeri Kangguru itu terus berkembang dan juga menangguk keuntungan besar.

Konsultan Properti Crown International Holdings Group Jane Hanfong mengatakan, properti Australia khususnya Sydney menawarkan keuntungan 10-30% pertahun.
"Pertumbuhan kenaikan investasi di Sydney bisa mencapai 10-30% per tahunnya. Pertumbuhan di Sydney memang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya di Australia," ujarnya di kantor penjualan Crown Group, Sydney, Australia, Senin (21/10).

Kendati proyek properti di Australia terus berkembang, namun ia mengatakan tidak terjadi bubble, mengingat ketatnya peraturan pemerintah atas rumah tinggal. Jane menambahkan, Pemerintah Australia mendukung perkembangan properti di negaranya, bahkan konsumen menurutnya tidak usah takut investasi disini.

"DP (down payment) 10% yang kita bayar itu bukan masuk ke kantong developer tapi disimpan oleh notaris. Developer baru dapat uangnya kalau proyeknya sudah selesai. Ada dua notaris yakni notaris developer dan notaris untuk yang klien. Untuk notaris biayanya AUS$ 1.000-2.000," jelas Jane.

Setelah serah terima, klien diharuskan membayar 20% lagi dari nilai apartemen yang belinya. Kemudian, 70% sisanya bisa dicicil hingga seseorang berusia 70 tahun. "70% sisanya KPR, sampai umur 70 tahun karena dianggap masih produktif," katanya.

Adapun, pemerintah Australia mengenakan pajak 3% bagi warga negara asing yang pertama kali membeli properti di Australia dengan harga dibawah AUS$ 500.000 dan 4,5% jika diatasnya.

Pembeli juga diharuskan membayar booking fee AUS$ 5.000 yang nantinya akan dipotong dari nilai penjualan. Untuk bunga kredit, ada di kisaran 5% per tahun dan fixed selama dua tahun.

Nugroho Soesanto dari Crown Group menambahkan, sejak ekonomi Amerika memburuk, properti di Australia banyak dilirik investor asing tak terkecuali investor asal Indonesia. Setidaknya, ada beberapa faktor yang mendorong orang Indonesia investasi di Australia., salah satunya karena dekat dengan Asia.

Selain itu, Australia adalah negara di satu benua sendiri dan kaya dengan tambang, peluangnya juga masih banyak, orangnya sedikit 22 juta orang tapi makin banyak yang datang, paling aman sedunia, edukasi standar internasional, mata uangnya kuat, fundamental ekonomi dan politiknya stabil, serta tingkat pengangguran rendah.

"Overall Australia kedepan sangat menjanjikan. Dibandingkan Singapura dia sudah tidak murah lagi. Singapura dan Dubai sekarang negara tourism tidak negara service lagi. Nah, Australia, tourism, edukasi standar Inggris, dan negara multikultural," imbuh Nugroho.

Di sisi lain, pandangan orang Australia terhadap orang Indonesia sejak bom bali terus membaik. "Kedua negara menjalin kerjasama yang positif," pungkasnya.

 
Sumber : Berita Satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita