106 Kamis, 24 Oktober 2013 | 09:36:37

Tujuh Daya Tarik Investasi Properti Sydney

Tujuh Daya Tarik Investasi Properti Sydney

CEO Crown International Holdings Group (Crown Group), Iwan Sunito menyatakan, properti di kota Sydney, Australia, memiliki potensi untuk digarap lebih banyak. Iwan mengatakan, setidaknya ada tujuh alasan yang mendorong properti Sydney diminati investor Asean, khususnya Indonesia.

Yang pertama adalah ekonomi, di mana New South Wales (NSW) adalah provinsi dengan pangsa ekonomi terbesar yakni 33% dari AUS$1 triliun, tingkat penganggguran rendah hanya 5,7%, inflasi yang rendah 2,4%.

Kedua, menurut Iwan pula, dolar Australia 10% lebih rendah untuk menjaring investor, dengan bunga yang dipatok juga ada di 2,5%. "Ini merupakan yang terendah sejak 1959," ujarnya di Sydney, Australia, Rabu (23/10).

Ketiga, tambah Iwan, adalah elemen pendidikan, di mana ada tiga perguruan tinggi terkenal di Sydney, yaitu UNSW yang merupakan peringkat 52 dunia, UTS ke-31 di dunia, serta Sydney University yang urutan ke-11 di dunia. Aplikasi untuk berkuliah di perguruan-perguruan tinggi Australia sendiri tercatat mencapai 250.000 mahasiswa, sementara UNSW tercatat memiliki salah satu jumlah mahasiswa internasional paling banyak.

Ditambahkan Iwan, sektor pendidikan internasional ini penting tidak hanya untuk masyarakat Australia, tapi juga ekonomi negara tersebut. Di mana menurutnya, aktivitas pendidikan internasional ini menyumbang AUS$16,3 miliar dari segi pendapatan ekspor Australia di tahun 2010-2011.

"Australia tujuan nomor satu untuk sekolah di luar negeri. Menurut Departemen Imigrasi dan Kependudukan Australia, disebutkan pada 30 Juni 2012, ada 11.670 pemegang visa pendidikan yang mewakili 3,8% dari keseluruhan mahasiswa internasional di sini," kata Iwan.

Sementara itu, orang Indonesia yang tinggal di Australia pada akhir Juni 2011, tercatat mencapai 73.940, atau naik 25% dibandingkan periode yang sama tahun 2006. Rata-rata usianya adalah 33,2 tahun, dengan jumlah perempuan lebih banyak ketimbang pria dengan persentase 56% dan 44%. Pada Agustus 2012, tercatat 41.000 orang Indonesia bekerja di Australia, 27% di antaranya bekerja profesional. Indonesia juga merupakan pengunjung ke-12 terbanyak ke Australia, di mana ada 87.063 yang mengajukan visa pada 2011-2012.

Dilanjutkan Iwan, hal keempat yang menjadi daya tarik investasi properti di Sydney adalah bunga yang rendah. Lalu yang kelima adalah pemerintah yang stabil, serta keenam yaitu dari segi imigrasi kebanyakan orang tinggal di Sydney. Terakhir, ketujuh, pemerintah setempat ingin menjadikan NSW nomor satu dan kota global. Caranya yakni dengan menginvestasikan Rp220 triliun ke infrastruktur, membangun pusat seminar dan pameran seluas 40.000 meter persegi (lima kali luas lapangan sepakbola), serta membangun kasino kedua terbesar dengan investasi AUS$1,4 miliar.

"Revitalisasi ini adalah salah satu langkah untuk membuat NSW nomor satu dan sebagai kota global," ucap Iwan.

Sumber : Berita Satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita