86 Rabu, 23 Oktober 2013 | 09:22:32

Tak Terima Aturan Baru, Yoko Ono Gugat Pengelola Gedung

Tak Terima Aturan Baru, Yoko Ono Gugat Pengelola Gedung

Meski kontroversial, sosok ini sangat lekat dengan legenda musik dunia asal Inggris, The Beatles. Ya, dialah Yoko Ono. Janda John Lennon ini kembali membuat berita. Apa pasal? Yoko dikabarkan menggugat pengelola gedung di Manhattan West Village. Ia menuduh pengelola telah berlaku tidak adil dengan memblokir penjualan kondominiumnya seharga 6,6 juta dollar AS (Rp 73,2 miliar).

Menurutnya, pengelola mempersulit penjualan kondominiumnya dengan pemberlakuan aturan baru tak masuk akal. Aturan baru tersebut mengharuskan setiap perbaikan selesai dalam waktu 120 hari. Jelas Yoko tak setuju, karena sangat mustahil dilakukan, mempertimbangkan ukuran kondominium dan kebutuhan renovasi yang harus dilakukan sebelum ditawarkan kepada calon pembeli.

Awalnya, Yoko membeli kondominium seluas 530 meter persegi itu pada 1995 untuk anaknya, Sean Lennon. Sayangnya, Sean tidak lagi tinggal di kondominium tersebut. Maka, tak ada hal lain yang menghalangi Yoko untuk menjual aset propertinya tersebut.

Namun, ketika ia mulai menjualnya, pengelola gedung menolak mewawancarai calon pembeli dan mengubah aturan yang menyebabkan hunian Yoko menjadi sulit untuk dijual.

Sementara pengelola gedung merespons gugatan Yoko dengan menjelaskan bahwa mereka akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk memastikan bahwa Yoko tidak dapat menjual asetnya tersebut. Padahal, unit kondominium tersebut butuh perbaikan.

Bangunan yang terletak di 49 Downing Street itu disebut Stable 49 karena awalnya dibangun sebagai kandang kuda pada tahun 1896.

Kini, Yoko tinggal di gedung Dakota, tempat di mana suaminya ditembak mati oleh Mark David Chapman pada tahun 1980.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita