100 Senin, 21 Oktober 2013 | 14:18:30

Cicil Rumah atau Apartemen di Australia Bunganya 5%, Bagaimana Prosesnya?

Cicil Rumah atau Apartemen di Australia Bunganya 5%, Bagaimana Prosesnya?

Di Indonesia saat ini bunga kredit, khususnya untuk kredit kepemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) di atas 10%. Sementara di Australia cuma 5% secara rata-rata. Konsultan Properti dari Crown Holdings Group Jane Hanfong mengatakan, proses pengajuan kredit pembelian rumah atau apartemen di Australia cukup mudah.

"Bila beli properti AUD 1 juta (Rp 10 miliar), untuk awal butuh 10% saja atau Rp 1 miliar sebagai uang muka awal. Setelah itu bila proyek selesai dan dilakukan serah terima, maka pembeli tinggal memberikan 20% sisa uang mukanya. Jadi bank di sini membiayai 70% kredit pembelian properti," tutur Jane saat mengunjungi salah satu proyek apartemen Crown yaitu Viking di O'Dea Avenue, Waterloo, Sydney, Senin (21/10/2013).

Bedanya lagi dengan Indonesia, di Australia uang muka 10% di awal tidak untuk pengembang, melainkan disimpan di rekening notaris. Jadi sebagai pengembang properti di Australia harus benar-benar punya modal. Waktu serah terima unitnya juga harus jelas.

Untuk pajak pertambahan nilai (PPN) pembelian properti di Australia, besarannya hanya 4,5%.

"Bahkan untuk setiap pembelian rumah pertama diberikan insentif pajak dari pemerintah," ujar Jane.

Di tempat yang sama, perwakilan dari Crown yaitu Nugroho Sutanto mengatakan, pasar properti di Australia ini sangat menguntungkan. Karena ada tiga bisnis yang bakal dilakukan oleh investor. "Pertama adalah bisnis currency (mata uang), kedua bisnis perhotelan karena bisa disewakan, dan ketiga ya bisnis investasi," ujarnya.

Kenapa menurutnya investasi properti di Australia menguntungkan? Karena selain kenaikan harganya minimal 10% per tahun, juga Australia bisa dibilang sebagai negara teraman.

"Mata uangnya kuat, fundamental ekonomi dan politiknya stabil. Jadi aanya yang tidak bagus? Ke depan Australia sangat menjanjikan propertinya, karena di Singapura tidak murah lagi," tutur Nugroho.

Pada kesempatan itu Nugroho mengatakan, pembelian properti di Australia cukup bermodalkan 10% uang muka awal saja. Si pembeli tidak perlu menyerahkan rekening tabungan atau slip gaji seperti di Indonesia. Jadi prosesnya mudah. (dnl/dru)

Sumber : Detik

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Terkini

Selengkapnya

Referensi

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita