276 Jum'at, 11 Oktober 2013 | 10:46:02

Rumah Kontainer Pertama di India

Rumah Kontainer Pertama di India

India berhasil membangun rumah pertama yang menggunakan bahan daur ulang, kontainer. Rumah ini dibangun oleh instruktur panjat tebing di Bangalore, Kameshwar Rao. Empat kontainer didaur ulang oleh Rao menjadi rumah seluas 900 kaki persegi (84 meter persegi/m2). Oleh Rao, wadah-wadah kontainer ini ditumpuk berbentuk L agar mudah mendapatkan ventilasi alami. Ruang ekstra dibuat dengan membuka pintu kontainer untuk menambahkan kamar mandi di samping rumah dan dinding yang dibuat dari botol bir daur ulang, serta roda kereta tua untuk menambah cahaya.

Teman-teman Rao sempat skeptis tentang rumah dari kontainer, mengingat suhu di India yang panas. Namun istri Rao, Prema, menyakinkan bahwa temperatur di dalam rumah kontainer sama seperti temperature di rumah yang terbuat dari beton atau semen.

Tidak seperti tempat tinggal konvensional, rumah dari kontainer hanya membutuhkan waktu empat bulan untuk dibangun. Selain itu, rumah seperti ini tahan air, gempa, dan harganya murah sekira USD16 ribu atau setara dengan Rp182,8 juta.

Seperti dilansir dari Inhabitat, Kamis (10/10/2013), biaya sebesar ini hanya setelah dari pembangunan rumah sederhana di India. Diyakini konsep ini dapat diterima oleh kaum tradisional. Rao pun membuat orang India agar lebih giat membangun sendiri rumah kontainer mereka.

Sebelumnya, Rao menggunakan kontainer sebagai ruang kantor. Bahkan ia menumpuk empat kontainer secara vertikal menjadi dinding panjat buatan di Sarjapur. Ketika ia bekerja di Jerman pada 2006, Rao tinggal di sebuah rumah kontainer bergerak yang memungkinkan untuk digunakan sebagai ruang hidup. Dia tertarik untuk menciptakan sebuah rumah yang mudah untuk pindah dan bisa dibawa. (wdi)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita