116 Jum'at, 11 Oktober 2013 | 13:31:13

Karya Memukau,,Shadow City yang Bergerak Ikuti Jam Matahari

Karya Memukau,,Shadow City yang Bergerak Ikuti Jam Matahari

Izabela Boloz, desainer asal Polandia membuat karya seni instalasi berupa potongan-potongan papan di sisi danau Sortedams Sø, di pusat distrik Østerbro, Kopenhagen.

Ketika terkena sinar matahari, papan-papan ini akan membentuk bayangan berbentuk gedung-gedung pencakar langit, kapal, perahu, burung, dan ikan. Setiap gambar ditempatkan pada lembaran plastik secara horizontal di sisi danau tersebut.
 
Bayangan jatuh di dinding hijau sepanjang 100 meter. Bayangan ini akan berubah seiring "pergerakan" matahari. Menggunakan prinsip yang sama seperti prinsip jam matahari, instalasi ini berhasil menciptakan karya dinamis dan unik di salah satu pojok kota.
 
"Shadow City (Kota Bayangan) menjadi hidup dengan terbitnya sinar matahari dan sepanjang hari, bayangan ini berpindah tempat di dinding," ujar Boloz menjelaskan karyanya, seperti dikutip dalam Dezeen.
 
Menurut Boloz, hasil karyanya yang berubah menurut arah sorot sinar matahari ini tampak begitu menyenangkan. Siapa sangka, karya seni unik ini ternyata terinspirasi dari sejarang panjang Kopenhagen.
 
Instalasi ini mengenalkan elemen kejutan dan intrik, mengundang para pejalan kaki dan orang-orang yag melewatinya untuk mengobservasi perubahan detil di lingkungan sekitarnya. Para penduduk Kopenhagen melintasi jembatan pejalan kaki menuju sekolah, pekerjaan, atau mencari hiburan. Mereka akan melihat citra kota (bayangan) ini pelan-pelan menjelajahi dinding, berubah setiap jam dan setiap musim.
 
Instalasi sebanyak 52 gambar-gambar unik ini akan menempati dinding di danau Sortedams Sø hingga musim gugur 2014 mendatang. Selama itu pula, penduduk Kopenhagen dan penduduk dunia akan menyaksikan kekaguman Boloz pada berlalunya waktu

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita