119 Selasa, 01 Oktober 2013 | 13:27:21

Keran Dibuka, Non-Eropa Bisa Miliki Resor Mewah di Austria

Keran Dibuka, Non-Eropa Bisa Miliki Resor Mewah di Austria

Memiliki rumah liburan di kawasan resor mewah pegunungan Alpen, Austria, bisa jadi merupakan impian Anda. Pertimbangkanlah kesempatan ini: hunian baru yang berada di Lech dan Obergurgl, dua kawasan liburan berkonsep resor eksklusif, mulai ditawarkan kepada publik Desember mendatang. Sebelumnya, hal ini mustahil terjadi, orang asing hanya bisa menyewa tanpa dapat memiliki.

Kurang dari 20 tahun yang lalu properti, pembeli non Austria tidak dapat memiliki resor di kawasan Alpen. Namun keran itu mulai dibuka sejak tahun 1995 ketika Austria bergabung dengan Uni Eropa, orang asing diizinkan untuk membeli dan hidup secara permanen.

Sementara aturan untuk penduduk non Uni Eropa yang membeli rumah liburan ditetapkan oleh masing-masing dari sembilan pemerintahan provinsi federal negara itu. Penduduk non Uni Eropa dapat membeli properti di enam dari sembilan provinsi yang ada. Mereka harus mengajukan permohonan kepada Dewan Lokal, Grundverkehrsbehörde, untuk izin pembelian asing setelah penjualan disepakati.

Salah satu kawasan yang menjadi incaran asing adalah Pegunungan Alpen. Pasalnya, kawasan ini merupakan tempat paling favorit untuk dikembangkan sebagai properti eksklusif. Di banyak bagian pegunungan ini, sejumlah kecil keluarga membangun hunian yang pembangunannya dikendalikan oleh Dewan Lokal. Dengan mekanisme seperti ini, para penduduk menjaga tanah mereka sendiri.

Sejatinya, beberapa daerah Austria, memiliki aturan zonasi sendiri dengan persyaratan perencanaan yang membatasi jumlah rumah liburan. Bagi mereka yang belum memiliki tempat tinggal utama, bisa membeli satu di antara sekian banyak pasok tersedia. Sebut saja di desa-desa pegunungan Kitzbühel.

Lech di wilayah Vorarlberg, bagian barat Austria adalah sebuah resor di mana gunung-gunung dan fasilitas elevator ski dikendalikan oleh sekelompok kecil keluarga setempat. Pada Desember mendatang, untuk kali pertama empat hunian mewah dengan bahan baku batu dan kayu dijual kepada publik dengan patokan harga 5,8 juta Euro (Rp 90,2 miliar).

Demikian pula di resor Tyrolean, Obergurgl, berjarak satu jam dari bandara Innsbruck, ditawarkan sejumlah empat belas apartemen seharga mulai dari 600.000 Euro (Rp 9,3 miliar).

"Kedua lokasi ini Lech dan Obergurgl adalah resor yang indah dan populer di mana hampir mustahil untuk membeli properti sebelumnya," kata Jessica Delaney, Marketing Alpine.

Seperti kebanyakan rumah liburan di Austria pada umumnya, pemilik diwajibkan untuk menyewakan rumahnya ketika mereka tidak menggunakannya. Hal ini untuk menghindari terjadinya kekosongan di mana pemilik mengunci dan meninggalkan rumah dan resor mereka tanpa seorang pun penghuni.

Paling tangguh di Eropa

Menurut riset residensial Knight Frank, pasar properti Austria terbukti merupakan yang paling tangguh di Eropa selama lima tahun terakhir. Aturan tentang kepemilikan rumah kedua dan pembatasan pembeli asing mempersulit pembelian properti menyebabkan harga terus meroket sebesar 34,7 persen sejak 2008. Sementara Norwegia (34,4 persen), Swiss (26,5 persen) dan Jerman (12 persen) .

Austria mengungguli semua negara Eropa sejak runtuhnya Lehman Brothers. Keberhasilan ini disebabkan sejumlah faktor, termasuk kekurangan pasokan yang dikombinasikan dengan permintaan lokal dan internasional yang kuat. Aturan perencanaan yang ketat memicu terjadinya defisit pasok, terutama di Wina dan kawasan resor premium Alpen.

Namun demikian, permintaan tetap kuat, terutama berasal dari Jerman, Rusia dan Eropa Timur yang menghargai keamanan finansial dan stabilitas politik. Sedangkan Wina menarik sebagai pusat wisata dan merupakan rumah bagi organisasi dunia termasuk OPEC, PBB dan General Motors.

Perekonomian Austria yang pernah mengalami ledakan, dalam satu dekade terakhir, sempat  tergelincir ke dalam resesi pada tahun 2009. Namun, itu pun hanya sebentar untuk kemudian bangkit lagi. Meskipun pertumbuhannya lamban di bawah 1 persen pada 2012-2013, dua institusi tepercaya Bank of Austria dan Austria Economy Research Institute memprediksi pertumbuhan akan terus menanjak sebesar 1,6-1,8 persen pada 2014 .

"Resor ski Austria selalu mewakili nilai yang baik dibandingkan dengan Perancis dan Swiss baik untuk properti maupun biaya hidup. Kawasan Alpen tidak mengalami lonjakan harga drastis seperti di Perancis dan Swiss sebelum 2007," ujar Delaney.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita