98 Selasa, 08 Oktober 2013 | 16:49:48

Matinya Legenda Hotel Chelsea

Matinya Legenda Hotel Chelsea

Salah satu ikon legendaris New York, Chelsea Hotel, pernah sangat terkenal sebagai tempat berlindung untuk kaum eksentrik, eklektik, dan kreatif. Selama paruh kedua abad ke-20, hotel ini adalah adalah sarang kreativitas yang menarik sejumlah nama terkenal dan muncul dari dunia musik, film, sastra, seni dan fashion.

Memang, meskipun hotel ini ditutup untuk renovasi besar pada 2011 lalu, seorang fotografer berhasil mengabadikannya dalam bentuk seni yang tak terhitung berharganya oleh banyak seniman. Sebelum ditutup, fotografer bernama Victoria Cohen itu diberikan akses untuk mencoba menangkap hilangnya nuansa bohemia di hotel ini. Foto-foto Cohen baru saja diterbitkan dalam sebuah buku berjudul 'Hotel Chelsea'.

Terletak di 222 West 23rd Street, antara Seventh dan Eighth Avenues, di lingkungan Manhattan Chelsea, New York, sebanyak 250 unit kamar hotel ini telah menjadi "rumah" bagi beberapa penulis besar, musisi, seniman, dan aktor seeprti Bob Dylan, Janis Joplin, Charles Bukowski, Allen Ginsberg, Leonard Cohen, Patti Smith, Germaine Greer dan Quentin Crisp.

Ihwal hotel ini, Arthur C. Clarke misalnya, pernah menulis '2001: A Space Odyssey. Sementara Andy Warhol bermain dalam film 'Chelsea Girls'.

Hotel ini dikenal sebagai tempat meninggalnya penulis Dylan Thomas. Thomas meninggal karena pneumonia pada 9 November 1953. Selain itu, lebih tragis lagi, Nancy Spungen, pacar Sid Vicious dari Sex Pistols, ditemukan ditikam sampai mati di hotel ini pada 12 Oktober 1978.

Hal lain yang cukup terkenal adalah lagu karya Leonard Cohan. Cohen menulis lagu 'Chelsea Hotel 2' yang berbicara tentang hubungan seksualnya dengan penyanyi Janis Joplin.

Rupanya, Madonna pun pernah tinggal di bangunan ini pada era awal 1980-an. Ia kembali lagi ke hotel ini pada awal 1990-an dalam rangka mengambil foto untuk buku terkenalnya berjudul 'Sex'.

Menarik dan pahit

Menjelang akhir abad ke-20, Hotel Chelsea mulai ambruk dari kejayaannya. Reputasinya perlahan anjlok selama bertahun-tahun, sebelum akhirnya pintu hotel ditutup untuk pengunjung pada 2011 untuk direnovasi.

Setelah hotel ini dijual, Cohen, fotografer yang tinggal di New York itu diundang untuk menangkap dan mendokumentasikan esensi asli dari interior bangunan ini sebelum kebangkrutannya yang menyedihkan. Di situlah Cohen membuat berseri-seri foto, mulai lorong, lobi, dan kamar, mengungkap kehidupan dan visi hotel ini dan mengangkat kembali era bohemia yang pernah berjaya. Lewat foto-foto ini, Cohen mengajak orang untuk berbicara kebenaran yang tak terhingga dari waktu-waktu yang hilang di hotel ini.

Cohen tampaknya berhasil mengangkat sejarah Hotel Chelsea melalui lensa abad kedua puluh satu. Ia mampu menunjukkan bahwa hal seperti itu belum pernah terlihat sebelumnya, dan tidak akan pernah terlihat lagi seiring "matinya" hotel itu kini.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita