89 Senin, 07 Oktober 2013 | 13:57:52

Bangun Istana Cuma untuk Pernikahan, Setelah Itu Dijual!

Bangun Istana Cuma untuk Pernikahan, Setelah Itu Dijual!

Sepanjang sejarah, pembangunan karya arsitektur bisa dipandang dari berbagai kaca mata. Arsitektur bisa menjadi jawaban dari kebutuhan praktis, legitimasi kekuasaan, bahkan menjadi bukti fisik dari sesuatu yang lebih abstrak, seperti cinta.

Dunia mengenai Taj Mahal di Agra, India, sebagai pengingat akan cerita pahit di balik kehilangan orang terkasih. Kini, dunia juga akan mengenal karya pasangan Kanada berupa rumah besar mirip Istana Versailles di Perancis.

Rumah tersebut mereka bangun hanya sebagai tempat melakukan upacara pernikahan. Tiga bulan setelah upacara, mereka menjual "istana" tersebut.

Menurut laporan The Toronto Star, "istana" tersebut dibangun di sebuah wilayah pedasaan Kleinburg di Kota Vaughan, Ontario, Kanada, oleh sepasang pengusaha sukses asal Kanada. Karena itu, bangunan seluas 2.229.7m2 ini disebut dengan "Versailles of Vaughan" atau "Versailles dari Vaughan". Masih dalam laporan yang sama, rumah ini dikabarkan bernilai sampai 17,8 juta Dolar AS atau sekitar Rp 204,6 miliar.

Pasangan yang menolak mempublikasikan namanya dalam The Toronto Star dan Daily Mail itu mengaku jatuh cinta pada Istana Versailles di Perancis, usai melakukan kunjungan tahunan mereka ke negara itu. Mereka ingin "membawa" keindahan, kemegahan, dan nuansa romantis yang ditawarkan Versailles asli sebagai lokasi pernikahan mereka.

Hasilnya sungguh luar biasa. Pasangan ini justeru membangun sebuah rumah besar yang pantas disebut istana.

Rumah ini memiliki enam kamar tidur, 12 kamar mandi, berbagai lampu chandelier impor, plafon berhias lukisan tangan, dan bahkan kolam renang dalam ruangan. Belum cukup dengan kemewahan klasik, pasangan tersebut juga menyertakan "Ruangan Ferrari" ke dalam rumah ini.

"Saya tahu ini akan terdengar norak, namun kami membangun rumah ini agar bisa memiliki ciuman pernikahan di balkonnya," ujar pemilik rumah seperti dikutip dalam The Toronto Star.

Alasan sederhana tersebut ternyata membuat pasangan ini harus menempuh jalan cukup panjang. Untuk membangun istana semirip Versailles, pasangan ini memerlukan lima tahun agar setiap detil dekorasi bisa dikerjakan dengan baik.

Akhirnya, pernikahan yang dilakukan pada 2012 lalu bisa benar-benar diadakan di tempat ini. Lalu, hanya berselang beberapa bulan, mereka menjual rumah itu.

Ternyata, menjual rumah tersebut merupakan langkah yang tepat. Pasangan ini perlu membayar pajak sebesar 35.000 Dolar AS setiap tahunnya atau sekitar Rp 402,3 juta. Menurut agen penjualan properti Michelle Schipper, rumah ini pun sudah mendapat tanggapan positif dari pembeli asal China, Timur Tengah, dan Rusia.

Namun, ada hal lain yang menarik. Pasangan yang sempat mengikat janji sucinya di tempat ini mungkin bisa mempertimbangkan adanya peluang bisnis dari "istana" mirip Versailles tersebut. Pasalnya, Schipper juga mengaku sudah mendapat beberapa kali telepon dari orang-orang yang ingin mengadakan upacara pernikahan di tempat ini.

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita