39 Rabu, 18 September 2013 | 10:59:18

Rumah Pembunuh Berantai Jadi Obyek Wisata!

Rumah Pembunuh Berantai Jadi Obyek Wisata!

Pada 14 November 1988, Polisi Sacramento dan petugas koroner menggali tujuh jenazah dari halaman sebuah rumah kos yang dikelola oleh Dorothea Puente di Sacramento, California, Amerika Serikat.

Puente terbukti membunuh dan mengeringkan cairan tubuh penyewa kamar di rumahnya demi  mencuri cek Jaminan Sosial mereka. Perempuan ini sudah didakwa pada 1993 atas tiga kasus pembunuhan. Untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, dia harus menjalani masa tahanan selama dua kali seumur hidup.

Namun, belum lagi terpenuhi hukumannya, Puente tewas dalam tahanan pada 2011 di usia 82 tahun. Kini, rumah kos tersebut dijadikan satu dari lima tujuan wisata Sacramento Old City Association.
 
Bagaimana rupa rumah tersebut? Langgam arsitekturalnya mengadopsi gaya Victoria. Meski jadi lokasi pembunahan, namun kondisi sekarang terlihat jauh lebih cerah. Setiap akhir pekan, turis-turis berkerumun di depan rumah ini menanti giliran menyaksikan peninggalan Puente. Salah seorang peserta tur, John Cabrera, ternyata kepala penyidik pembunuhan dari Sacramento Police Department yang menyelidiki kasus Puente.
 
Cabrera menunjuk beberapa titik penemuan jenazah korban dan barang bukti. Di salah satu ruang tempat Puente membunuh korbannya terdapat rak buku, tempat tidur kecil, dan dua karpet. Dekor ini sama dengan hari di mana kepolisian Sacramento menggeledah rumah Puente. Cabrera mengatakan, "Saya menarik karpet itu dan melihat adanya noda. Saya segera tahu bahwa itu adalah cairan tubuh."
 
Tidak cukup hanya dengan keterangan dari Cabrera, di rumah tersebut juga terdapat manekin menyerupai Puente. Patung tersebut ada di salah satu teras. "Kembaran" Puente ini mengenakan mantel merah dan menggenggam sekop hijau. Terdapat juga, sebuah pelat di depan rumah ini yang berisi kalimat, "Pelanggar akan dibius dan dikubur di halaman."

Rumah yang tidak lagi dimiliki Puente tersebut telah dibeli seseorang pada 2010 silam. Sosok yang tak ingin disebut namanya itu telah melakukan renovasi pada beberapa titik. Partisi yang membagi ruang makan dan dapur pun dihilangkan. "Saya menyukai rumah ini. Rumahnya menyenangkan," ujar Cabrera menanggapi perubahan yang dialami rumah tersebut.

 

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita