210 Kamis, 01 Agustus 2013 | 11:37:42

Australia Buka Akuarium “Paling Pintar di Dunia”

Australia Buka Akuarium “Paling Pintar di Dunia”

Akuarium penelitian utama yang mampu mensimulasi pemanasan laut dan menjadi media penelitian utama terhadap crown-of-thorns starfish (bintang laut bermahkota duri, atau Acanthaster planci) yang menghancurkan Great Barrier Reef, dibuka di Australia pada Kamis.

National Sea Simulator, atau SeaSim, senilai 35 juta dolar Australia (sekitar Rp360,8 miliar) dibuka di kota utara Townsville oleh Menteri Industri Kim Carr, yang mengatakan bahwa akuarium tersebut merupakan senjata vital dalam melindungi karang dan teritorial perairan Australia.

Australian Institute of Marine Science (AIMS), tempat SeaSim berlokasi, menjulukinya sebagai “aquarium terpintar di dunia.” Akuarium tersebut menawarkan jajaran teknologi yang “luar biasa,” menurut ilmuwan penelitian AIMS, Mike Hall.

“Ketika kami mulai merencanakan SeaSim, kami mengunjungi 40 akuarium laut di seluruh dunia untuk mengidentifikasi atribut utama dari fasilitas penelitian yang sempurna,” kata Hall.

“Apa yang kami bangun adalah yang terbaik di dunia dan menambahkan teknologi baru serta tingkat otomatisasi dan kendali yang sangat luar biasa.”

Hall mengatakan bahwa para peneliti akan mampu menyentuh susunan parameter yang mengagumkan di tanki-tanki SeaSim, meliputi temperatur air, tingkat keasaman, tingkat salinitas (kandungan garam), tingkat pencahayaan, tingkat nutrisi, dan kualitas air untuk menguji serangkaian hipotesis.

“Aquarium tersebut masih memiliki dinding, tidak seperti lautan terbuka. Namun akan menjadi penemuan laut jalur cepat,” ujarnya.

Menangani predator bintang laut bermahkota duri yang bertanggungjawab atas kerusakan luas di Barrier Reef akan menjadi prioritas utama untuk simulator tersebut, menurut kepala AIMS, John Gunn.

“Kita perlu memahami mengapa populasi bintang laut meningkat secara berkala yang menyebabkan kerusakan terumbu. Apakah karena nutrisi di dalam air atau faktor yang lebih kompleks ” kata Gunn.

Dia mengatakan bintang laut pemakan karang ini diketahui berkomunikasi melalui sinyal kimia, dan SeaSim akan menyelidiki apakah sinyal-sinyal yang sama dapat diterapkan untuk “mengelabui bintang laut untuk berkumpul atau berpencar - membuat penyingkirannya menjadi lebih mudah.”(dh/wy)

Sumber : Antara

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita