153 Kamis, 01 Agustus 2013 | 17:18:34

Terlilit Kasus, Miliarder Ini Tak Henti Belanja Properti Mewah

Terlilit Kasus, Miliarder Ini Tak Henti Belanja Properti Mewah

Meski sedang tersandung masalah legal dan dituduh jaksa penuntut umum terlibat dalam kasus perdagangan ilegal, salah satu miliarder beken asal Amerika Serikat, Steve Cohen, tetap menjalankan hobinya; berbelanja properti mewah.

Siapa Steve Cohen? Dia merupakan pendiri SAC Capital Advisors dengan kekayaan sebesar 9,3 miliar dollar AS (Rp 95,3 triliun).

Cohen mengoleksi sejumlah properti mewah, mencakup tempat tinggal utamanya, sebuah rumah besar seluas 5,6 hektar di Greenwich, Connecticut, yang ia beli seharga 14,8 juta dollar AS (Rp 151 miliar) pada tahun 1998. Rumah ini dilengkapi lapangan basket dan lapangan golf dua lubang.

Selain itu, Cohen juga penggemar berat kawasan liburan favorit para elit sektor keuangan, yakni Hamptons, New York.  Awal tahun ini, ia dikabarkan membayar 60 juta dollar AS (Rp 615 miliar) untuk area seluas 10.000 kaki persegi di salah satu spot paling ideal, Further Lane. Di sini terdapat rumah tua seharga 18 juta dollar AS (Rp 184,6 miliar) yang ia beli tahun 2007. Walau tua, rumah ini memiliki fasilitas lapangan tenis dan kolam renang.
 
Tak cukup sampai di situ, Cohen juga mengoleksi sebuah rumah bandar (town house) seluas 10.000 kaki persegi yang dibelinya pada 2012 senilai 38,8 juta dollar AS (Rp 397 miliar). Sementara townhouse-nya sedang dalam renovasi, ia menyewa tempat tinggal sementara berupa apartemen mewah di Abingdon, West Village.

Ketegaran Cohen terus berlanjut. Pada bulan Maret lalu, tak lama setelah SAC setuju membayar denda 616 juta dollar AS (6,3 triliun) kepada SEC (tanpa mengakui kesalahan), ia membeli lukisan Le Reve karya Pablo Picasso senilai 155 juta dollar AS (Rp 1,5 triliun).

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita