134 Jum'at, 02 Agustus 2013 | 10:25:23

Ada Eskalator Raksasa di Permukiman Kumuh

Ada Eskalator Raksasa di Permukiman Kumuh

Kota Medellin dikenal sebagai kota tua dan terbesar kedua di Kolombia. Kota ini juga dikenal sebagai kota miskin karena banyak terdapat permukiman kumuh.

Rumah-rumah penduduk yang bertumpuk mengikuti permukaan daratan yang berbukit-bukit, membuat mereka harus menaiki tangga setiap saat dengan ketinggian setara gedung 28 lantai. Kesulitan warga setempat pun makin bertambah dengan tingginya tingkat kriminalitas yang terjadi di lingkungan kota. Bahkan, Medellin dikenal sebagai salah satu kota paling berbahaya di dunia.

Untuk mengurangi sedikit penderitaan rakyat pemerintah setempat membangun eskalator raksasa yang membentang dari bawah hingga bagian tertinggi permukiman. Panjang eskalator mencapai 384 meter dan ditutupi dengan atap kaca berwarna menyolok.

Terbagi menjadi enam bagian dan di setiap pemberhentian terdapat satu petugas keamanan bersenjata yang bertugas menjaga ketertiban. Konstruksi eskalator ini menelan biaya hingga 4 juta poundsterling atau setara Rp62,5 miliar. Demikian dilansir Daily Mail, Rabu (31/7/2013).

Sebenarnya, eskalator ini telah rampung sejak 2011, namun baru saat ini dipasangkan atap kaca penutup. Ini berarti dalam kondisi cuaca apapun, warga sekitar tetap bisa beraktivitas dengan nyaman dan aman.

KIni, kehadiran eskalator raksasa ini pun sangat mempermudah kehidupan 12 ribu warga Medellin. Waktu tempuh menuju dan keluar dari rumah mereka hanya sekira enam menit dari sebelumnya bisa mencapai 35 menit menuju area paling atas.


Sumber: Okezone Property

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita