103 Senin, 22 Juli 2013 | 11:25:08

Pengelola WTC Tak Bisa Tagih Kerugian Rp72 T

Pengelola WTC Tak Bisa Tagih Kerugian Rp72 T

Pemilik sekaligus pengelola World Trade Center (WTC) di New York tidak bisa menagih uang miliaran dolar sebagai uang ganti rugi atas tragedi penabrakan gedung kembar tersebut oleh teroris. Tuntutan tersebut terkait dengan kerusakan WTC yang disebabkan oleh serangan 11 September 2001 silam.

Seperti dikutip Association Pres, Senin (22/7/2013) Hakim Alvin Hellerstein telah mendengar kesaksian para ahli ekonomi perihal pemilik gedung WTC. Sidang non-juri diadakan untuk memutuskan apakah pemilik gedung bisa menerima USD5 miliar atau setara Rp50,3 triliun (Rp10.075 per USD) sebagai ganti rugi sekaligus biaya rekonstruksi gedung atas tragedi tersebut.

Dalam putusan terhadap pengembang atau pemilik gedung, Larry Silverstein dan World Trade Center Properties, hakim mengutip hukum negara bahwa pengembang tersebut bisa memperoleh ganti rugi dan pemulihan dari kerugian yang dialaminya.

Seorang juru bicara mengatakan Silverstein Properties sangat kecewa dengan keputusan tersebut dan akan mengajukan banding. Namun mereka tetap berkomitmen untuk proyek-proyek konstruksi yang sedang berjalan saat ini.

"Kami tidak akan berhenti sampai kita kehabisan pilihan untuk menjamin bahwa asuransi membayar ganti rugi. Itu bagian yang adil terhadap pembangunan kembali dari World Trade Center," kata juru bicara, Bud Perrone.

Selama proses persidangan yang berlangsung selama empat hari, pengacara Silverstein bersikeras bahwa perusahaan penerbangan berutang lagi, setidaknya USD3,5 miliar.

Jaksa Roger Podesta, menegaskan untuk perusahaan tertentu yakni termasuk United Airlines Inc, US Airways Inc, American Airlines Inc dan perusahaan induknya, AMR Corp, bahwa perusahaan penerbangan membayar kompensasi dua kali lipat. Jaksa mengatakan biaya pemulihan mencapai USD8,5 miliar atau jumlahnya lebih dari dua setengah kali nilai wajar dari bangunan yang rusak.

Sementara itu, pengacara Richard Williamson, mewakili World Trade Center Properties mengatakan jika kerusakan dari serangan itu mencapai setidaknya USD7,2 miliar atau sekira Rp72 triliun.

Pemilik gedung mengatakan, jika kejadian itu menelan biaya lebih dari USD7 miliar dan lebih dari USD1 miliar untuk menggantikan gedung pusat perdagangan yang luluh lantak.

Sekadar diketahui, yaitu Larry Silverstein, Lewis Eisenberg dan Frank Lowy adalah developer real estat di New York. Mereka memiliki hak sewa selama 99 tahun atas gedung WTC. Eisenberg berperan dalam melakukan privatisasi properti WTC dan mengatur negosiasi yang akhirnya memberikan hak sewa kepada properti itu kepada Silverstein. Ketika WTC hancur, Silverstein dan Lowy meraup miliaran dolar Amerika uang dari perusahaan asuransi.

Silverstein dan Lowy meraih hak sewa atas WTC tak lama sebelum terjadinya teror 9-11, tepatnya tanggal 26 Juli 2001. Silverstein menguasai the 10,6 juta-kaki persegi ruang perkantoran di kompleks WTC. Sementara 427 ribu juta-kaki persegi mal di kompleks WTC dikelola oleh Frank Lowy.

 


Sumber: Okezone Property

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita