150 Senin, 22 Juli 2013 | 18:52:22

Nilai Investasi Proyek Hotel di Asia Alami Peningkatan

Nilai Investasi Proyek Hotel di Asia Alami Peningkatan

Volume transaksi investasi di properti hotel di sejumlah negara kawasan wisata di Asia meningkat hingga sekitar 85 persen menjadi US$1,3 miliar pada paruh pertama tahun 2013 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Laporan investasi hotel Asia pada separuh pertama 2013 menandakan kekuatan pertumbuhan penjualan yang solid sejak 2008," kata Managing Director Investment Sales Hotel & Hospitality Jones Lang LaSalle (konsultan properti internasional) Mike Batchelor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (22/7).

Menurut dia, derasnya investasi pasar turisme di sejumlah negara seperti Singapura, Hong Kong, Jepang, Thailand, dan Maladewa, dinilai memicu pertumbuhan properti hotel di Asia.

Ia memaparkan, Jepang yang menerima sebesar 37 persen investasi regional, dipicu antara lain pertumbuhan domestik yang kuat sehingga meningkatkan pula permintaan berwisata.

Di negara kedua yang menerima 34 persen dari transaksi regional untuk investasi properti di Asia adalah negara jiran, Singapura.

Sebelumnya, Jones Lang LaSalle menyatakan bahwa pertumbuhan kinerja hotel menengah (midscale) di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2013 ini cenderung menurun dibanding tahun sebelumnya.

"Untuk hotel 'midscale', pertumbuhan sedikit menurun," kata Kepala Riset Jones Lang LaSalle Indonesia, Anton Sitorus, dalam acara "Quarterly Media Briefing" di Jakarta, Rabu (17/7).

Anton Sitorus memaparkan, pertumbuhan kinerja hotel kelas menengah untuk tingkat okupansi cenderung menurun dari sebanyak 72 persen pada 2012 menjadi 68 persen pada periode Januari-Mei tahun 2013 ini.

Sementara untuk hotel kelas atas, ujar dia, tingkat okupansinya mengalami sedikit kenaikan dari 67 persen pada 2012 menjadi 68 persen pada periode Januari-Mei 2013. "Namun dengan gambaran seperti itu, kinerja hotel masih positif," katanya.

Ia mengungkapkan, pertumbuhan suplai hotel akan memuncak pada tahun 2014 ini yaitu diperkirakan akan terdapat penambahan hingga sekitar 5.500 unit, sedangkan penambahan suplai pada 2013 diperkirakan tidak akan melebihi 2.000 unit.

Sedangkan pada saat ini diperkirakan terdapat 28.300 unit kamar hotel di Jakarta, yang tersebar paling banyak di Jakarta Selatan (36 persen), kemudian diikuti berturut-turut di Jakarta Utara (26 persen), Jakarta Pusat (23 persen), Jakarta Barat (10 persen), dan Jakarta Timur (5 persen).

 


Sumber: Beritasatu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita