86 Kamis, 18 Juli 2013 | 13:11:48

Rumah Beton Dibanderol Rp6,1 Juta Per Malam

Rumah Beton Dibanderol Rp6,1 Juta Per Malam

Rumah berdinding beton yang terletak di pulau paling utara Jepang dibanderol Rp6,1 juta per malam. Properti ini dimanfaatkan sebagai rumah liburan musim dingin.Rumah yang memiliki luas sekitar 120 meter persegi hanya berjarak beberapa menit dari lereng untuk bermain ski. Pemilik rumah ini, Kristen dan Geoff Sinclair membeli rumah dua lantai di Hokkaido ini, pada 2006 saat berlibur untuk bermain ski di sana.

Pasangan ini menjaga keaslian rancangan pengembang dan hanya mengubah satu dari tiga kamar mandi di rumah ini menjadi toilet bergaya Jepang.

Kristen adalah ibu rumah tangga sedangkan Geoff seorang pengacara. Mereka tinggal di Brisbane, Australia dengan keempat anaknya. Mereka mendiami rumah ini selama dua minggu setiap musim dingin.

Rumah ini disewakan pemiliknya saat tidak ditempati. Rumah berdinding beton dan berlantai kayu ini disewakan dengan harga 59.000 yen atau sekitar Rp6,1 juta per malam. Selain disewakan, rumah ini juga dijual dengan harga awal 69 juta yen melalui agen Grant Mitchell dari Niseko Property.

Rumah tiga kamar tidur ini terletak di desa Hirafu, sekitar 112 km dari bandara Sapporo. Terdapat halte bus di luar rumah untuk bis "shuttle" yang akan membawa Anda ke lereng pegunungan.

"Meski desa ini kecil, masih terdapat beberapa bar dan restoran yang fantastik," ucap Kristen.

Kristen mengatakan, rumah ini cocok bagi keluarga. Dapurnya terbuka dan ruang santai menghadap ke Gunung Yotei. Properti ini dapat diperluas hingga ke kebun belakang, yang saat ini ditumbuhi pepohonan.

Kristen menjual rumah ini karena anak-anaknya telah dewasa. Mereka juga ingin mencoba lokasi ski lainnya untuk liburan keluarga. (Idris/sumber: wallstreetjournal)

 

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita