172 Kamis, 11 Juli 2013 | 16:31:29

Bekas Pabrik Bir Dibanderol Rp120 Miliar

Bekas Pabrik Bir Dibanderol Rp120 Miliar

Terletak di jantung Clerkenwell, London Tengah, hunian yang dibangun dari susunan batu bata merah pada sekitar tahun 1874 ditawarkan oleh agen Currell Residential senilai $12.140.000 atau sekitar Rp120 miliar.

Rumah berbatu bata ini awalnya gudang dan kantor pabrik bir, sebelum kemudian diubah menjadi hunian. Ada sentuhan tradisional yang khas dengan lahan yang luas.

Bangunan 362 meter persegi ini memiliki tiga ruang tidur dan empat kamar mandi. Ruang tidur utama terhubung dengan sebuah kamar mandi dan ruang ganti. Ruang ini dilengkapi perapian serta jendela berteralis. Di luar kamar terdapat teras pribadi dengan pemandangan pekarangan di bawahnya.

Hunian ini memiliki area parkir bawah tanah. Lokasinya mudah dicapai dari stasiun kereta bawah tanah Farringdon dan Barbican. Bangunan ini juga dilengkapi dengan tiga ruang tamu, termasuk sebuah ruang duduk yang luas dengan lantai papan dari kayu serta perapian berbatu bata. Terdapat juga sebuah tangga spiral menghubungkan empat lantai bangunan.

Baru lima tahun yang lalu bangunan ini beralih fungsi menjadi hunian. Saat ini pemiliknya, Mark Byrne, mengaku tertarik pada sentuhan loteng dan lokasinya yang strategis. "Hanya sedikit konversi gudang semacam ini di sekitar sini," ucapnya.

Properti ini semakin lengkap dengan sebuah beranda mungil, teras, dan dek luar. "Anda bisa menata meja untuk delapan tamu di dek. Di sini juga terdapat ruang terbuka mungil di samping dapur, tepat untuk berpesta barbekyu," jelasnya.

Byrne menyebutkan, bagian favorit di rumah ini adalah dapur."Ruang itu cukup untuk enam hingga delapan orang. Kita bisa memasak dan menikmati makanan bersama, bersenang-senang di hari Minggu yang dingin," ungkapnya. (Idris)

Sumber: wallstreetjournal

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita