106 Senin, 15 Juli 2013 | 09:31:53

Pasar Properti, Rumah di Singapura Makin Laris Manis

Pasar Properti, Rumah di Singapura Makin Laris Manis

Penjualan rumah di Singapura pada Juni naik untuk bulan kedua hingga mencapai angka tertinggi sejak rekor Maret setelah Moody `s Investors Service memangkas prospek kehawatiran sistem perbankan kota bahwa biaya pinjaman akan naik.

Penjualan rumah naik 24% menjadi 1.806 unit bulan lalu dari revisi 1.459 unit pada Mei, demikian Urban Redevelopment Authority mengatakan di situsnya hari ini, Senin (15/7/2013). Capaian tersebut merupakan tertinggi sejak Maret yang sebanyak 2.793 unit.

Moody `s mengatakan pertumbuhan kredit dan kenaikan harga properti di kota ini yang cepat menambah risiko pada kualitas kredit.

Rekor harga rumah di tengah tengah suku bunga rendah menimbulkan kekhawatiran timbulnya gelembung perumahan dan mendorong pemerintah untuk memperluas kampanye 4 tahun pada Januari untuk mengekang spekulasi harga di pasar perumahan kedua paling mahal di Asia.

"Lingkungan operasi untuk sistem perbankan Singapura telah menguntungkan untuk periode berikutnya, dengan suku bunga rendah dan pertumbuhan ekonomi yang kuat di dalam negeri dan di wilayah sekitarnya," kata Gene Fang, seorang analis senior Moody, dalam sebuah pernyataan hari ini. "

Dengan potensi risiko dalam siklus suku bunga, dia melihat inflasi aset yang kuat dan tren pertumbuhan kredit sebagai suatu yang rentan, kombinasi ini kemungkinan menyebabkan biaya kredit meningkat dari basis rendah saat ini.

Singapura pada 28 Juni meluncurkan kebijakan baru yang mengatur bagaimana lembaga keuangan memberikan pinjaman properti untuk individu, memperluas upaya untuk mengekang kenaikan harga yang berlebihan.

Harga properti residensial pribadi di negara pulau ini naik 0,8% menjadi 214,9 poin dalam 3 bulan yang berakhir 30 Juni, memperpanjang kenaikan 0,6% pada kuartal pertama, menurut perkiraan awal yang dirilis oleh otoritas pada 1 Juli. Laju kenaikan harga pinggiran kota lebih dari dua kali lipat dari 3 bulan sebelumnya.

"Angka-angka tidak mencerminkan langkah baru yang diperkenalkan pada bulan Juni," kata David Neubronner, direktur nasional pada broker Jones Lang LaSalle Inc 's di Singapura. "Pertumbuhan penjualan rumah akan melambat selama semester kedua tahun ini seiring pelemahan terbaru yang paling ampuh dari semua tindakan diperkenalkan sejauh ini."

Singapura telah mencoba untuk mengendalikan harga sejak 2009, ketika pemerintah membatasi bunga pinjaman hanya untuk beberapa proyek perumahan dan berhenti memberi zin pengembang untuk menyerap pembayaran bunga untuk apartemen yang sedang dibangun.

Pada bulan Januari, pemerintah memperkenalkan ronde ketujuh peredaman dalam waktu 4 tahun, termasuk peningkatan materai untuk pembeli rumah dengan 5 poin persentase menjadi 7 poin persentase.

Sumber : Bisnis

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita