124 Rabu, 31 Juli 2013 | 13:12:31

Museum,,Inilah Sepatu yang Pernah "Dilempar" ke Presiden George Bush

Museum,,Inilah Sepatu yang Pernah

Tak banyak museum yang mengoleksi barang-barang unik di sekitar kehidupan manusia yang eksentrik. Bahkan bisa dihitung dengan sebelah jari tangan. Salah satunya adalah "Museum".

Ini merupakan sebuah "rahasia" sederhana yang tersembunyi di balik hutan beton Kota New York, New York, Amerika Serikat, tepatnya di Cortlandt Alley di Franklin St & White St. Koleksi permanennya adalah sepatu yang digunakan untuk melempar Presiden Amerika Serikat George W Bush dalam konferensi pers 2008.

Museum bernama "Museum" ini menggunakan ruang mungil bekas elevator. Alex Kalman merancangnya bersama kakak-beradik Benny dan Josh Safdie dari Red Bucket Films. Luas bangunannya hanya 5,6 meter persegi. Karena memiliki ukuran yang sangat terbatas, programnya pun sangat terbatas. Tanpa berbasa-basi, pengunjung langsung disuguhi dengan barang-barang pameran.

Bila Museum tutup, pengunjung tetap dapat mengintip lewat lubang intip di permukaan pintu. Meski berukuran sangat kecil, Museum tidak hanya memiliki ruang pamer. Di salah satu sisi dinding terdapat kedai kopi dan penjaja cendera mata super mungil. Di pojok tersebut, pengunjung dapat mengambil segelas kopi, sebuah roti, atau membawa pulang beberapa cendera mata.

Kalman dan Safdie bersaudara tampaknya sangat tertarik pada barang-barang yang memiliki cerita unik dalam kehidupan manusia. Mereka menaruh perhatian para barang-barang yang menampilkan cara manusia menyelesaikan masalah dari keterbatasannya. Barang-barang tersebut menantang kreativitas.

Termasuk benda-benda yang dibuat oleh tahanan dalam penjara, plastik penampung muntahan dari seluruh dunia, serta kumpulan stoples penyimpan uang tip dari berbagai tempat. Lewat barang-barang tersebut, Museum seolah ingin mendokumentasikan sejarang manusia sehari-hari serta menjadi "pengingat" bahwa seni dapat ditemukan di mana-mana. Seluruh benda-benda di dalam museum ini seolah ingin meneriakkan hal yang sama, yaitu keeksentrikan manusia.

Menurut situs resmi museum tersebut, pengunjung dapat melihat isi museum 24 jam, tujuh hari seminggu lewat jendela intip. Pintu museum hanya dibuka setiap akhir minggu, Sabtu dan Minggu jam 11 pagi hingga 7 malam, khusus untuk minggu depan, (27 dan 28 Juli 2013) Museum buka pukul 12 siang hingga 6 sore waktu setempat.

Meski tidak dapat diakses pada hari-hari kerja, pengelolanya sadar bahwa Museum dapat terus bertahan berkat donasi para pengunjung yang datang dan mengapresiasi benda-benda unik di dalamnya.


Sumber: Kompas Property

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita