369 Jum'at, 31 Juli 2015 | 13:18:01

Lemahnya Rupiah Tak Pengaruhi Pengembang

Lemahnya Rupiah Tak Pengaruhi Pengembang beritadaerah

Kurs rupiah saat ini kian melemah bahkan hampir mendekati kisaran Rp13.500/USD apalagi di iringi dengan jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tentu saja hal ini terus menjadi momok jika dilihat dari sisi sektor finansial.

Melemahnya krus rupiah ini sama sekali tidak membawa dampak yang signifikan bagi kalangan pengembang tetapi dengan  melemahnya rupiah ini  justru membuka peluang bagi masyarakat untuk lebih saving diluar industri keuangan ataupun  sekuritas.

Ridwan Rokiyanto, Direktur Keuangan Megakarya Propertindo mengemukakan bahwa pelemahan kurs rupiah secara keseluruhannya adalah bersifat situasional. Karena itu apabila di amati  secara makro maka hal tersebut tidak bisa dihindari, namun apabila secara di amati sevara mikro melemahanya krus rupiah adalah merupakan peluang bagi para pengembang.

Menurut Ridwan,  berdasarkan sebuah penelitian pengembang termasuk di dalamnya adalah Megakarya propertindo pada saat terjadinya koreksi pada  pertumbuhan ekonomi di semester I tahun 2015 menyatakan bahwa masyarakat ternyata tidak melakukan spending (belanja) atas dananya, tetapi dalam hal ini pengembang  lebih berani dalam  berinvestasi di sektor properti yang bersifat jangka panjang.

Ridwan mengatakan bahwa peluang investasi pada sektor properti akan terus dimaksimalkan seperti adanya produk "suka-suka" yaitu pembayaran uang muka berdasarkan dari  kemampuan masing-masing konsumen baik untuk properti highrise ataupun landed house.

Dirut Megakarya Propertindo Torkis Nasution menjelaskan bahwa, tantangan ekonomi nasional tidak mempengaruhi ataupun mengurangi penjualan yang telah  dilakukan sejak akhir Mei 2015. Megakarya Propertindo Group telah mengeluarkan kembali proyek hunian vertikal di wilayah Jakarta Selatan yang diberi nama Bintaro Pavilion tepatnya di Bintaro sektor tiga.

Proyek tersebut senilai Rp 300 miliar dan  berdiri di atas lahan seluas 8000 m2, apartemen single tower yang memiliki desain stylish tropical ini menawarkan lokasi yang cukup strategis  yakni di wilayah "sabuk" Jakarta dan hanya memerlukan waktu 10 menit dari akses tol lingkar luar Jakarta/JORR.
Sekarang merupakan momen yang tepat dalam melakukan investasi  bagi konsumen dan sebagai dampak pembangunan JORR W1 dan W2 yang menyebabkan harga lahan di kawasan Bintaro ini mengalami kenaikan hampir 10%.

Sumber : sindonews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita