302 Senin, 08 Juni 2015 | 11:20:17

Co-Ownweship Investasi Properti Untuk Gaji Pas-pasan

Co-Ownweship Investasi Properti Untuk Gaji Pas-pasanSbs Record

Kini tidak hanya kalangan menengah atas saja yang dapat memiliki aset properti sebagai suatu investasi. Kalangan berpenghasilan rendah pun sah-sah saja menjadikan properti sebagai investasi.

Bagaimana caranya ? skema kepemilikan bersama atau co-ownership berinvestasi properti tidak lagi untuk kalangan berkantong tebal, tapi juga diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.


“Skema Co-ownershipn ini dapat pula digunakan untuk masyarakat yang memiliki penghasilan dibawah Rp 10 juta per bulan. Mereka dapat membeli juga memiliki properti untuk investasi, dengan begitu akan meringankan dalam pembayaran,” kata Norman Eka Saputra, Direktur Pohon Group.

Skema kepemilikan ini sangat memungkinkan bagi perseorangan atau kelompok memiliki properti dengan pembagian yang sama atau berbeda sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan dalam kepemilikan. Hak dan kewajiban setiap pemilik dijelaskan dalam kontrak atau perjanjian tertulis, yang meliputi pembayaran iuran wajib, pajak, pengasilan sewa, serta keuntungan modal.

Co-ownership ini beragam, misalnya dapat diperoleh dari hubungan keluarga, teman, hingga rekan kerja. Perihal kewajiban pembayaran dan penghasilan dari investasi ini terjadi atas kesepakatan bersama.

Kepemilikan aset properti bersama sudah tercatat keabsahannya dalam Badan Pertanahan Nasional (BPN). Hanya saja program ini belum tersosialisasi secara baik, yang seharusnya hal ini dapat menjadi fasilitas untuk semua kalangan dalam berinvestasi properti.

Maka dari itu Pohon Grup berusaha memaksimalkan sosialisasi dengan menawarkan Tree Park City, yang berlokasi di Tangerang.

“Hal tersebut tak lain kami lakukan dikarenakan ingin memperluas pasar agar sosialisasi mengenai co-ownership terus meningkat, namun sebagai tahap awal dari 900 unit apartemen hanya 20 persen saja yang kami investasikan menggunakan co-ownership,” imbuh Norman.

Maka diberikan contoh oleh Norman. Misalkan unit studio seluas 25 meter persegi seharga Rp 385 juta atau sama dengan Rp 15,4 juta per meter persegi, unit tersebut dapat dijadikan kepemilikan oleh tiga orang, dengan membagi pembayaran dan cicilan dengan nilai yang sama atau berbeda, jika sama maka masing-masing pemilik berkewajiban membayar Rp 128,3 juta. Angsuran dapat disetor melalui kredit kepemilikan apartemen (KPA), atau dapat langsung membayarkan tunai selama 12 kali atau 24 kali saat masa promosi.

“Untuk unit apartemen, maksimal hanya diperbolehkan tiga orang pemilik saja. Jika melebihi itu maka akan sulit menghitungnya,” kata Norman.

Dari investasi tersebut sangat berkemungkinan mengalami peningkatan hingga 20 persen, dengan rincian 10 persen berasal dari harga jual dan 10 persen selanjutnya dari harga sewa.

 


Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita